ACTUALNEWS.ID Purwakarta – kembali dikepung banjir. Ironisnya, kondisi ini terus berulang dari tahun ke tahun tanpa solusi nyata. Di tengah besarnya gaji dan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) yang diterima para pejabat di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), penataan kota justru amburadul dan jauh dari harapan masyarakat.
Pembangunan saluran drainase yang selama ini diwacanakan nyatanya tidak membuahkan hasil. Di tingkat bawah, hasilnya nol besar. Saluran air di berbagai titik desa dan perkotaan tersumbat, tidak berfungsi, dan dibiarkan tanpa perawatan serius. Akibatnya, setiap hujan deras turun, air meluap dan merendam rumah warga.
Situasi ini semakin memprihatinkan ketika wilayah seperti Situ Buleud, yang sebelumnya tidak pernah mengalami banjir, kini justru terdampak banjir pada malam hari beberapa waktu lalu. Ini menjadi bukti nyata kegagalan perencanaan dan pengelolaan tata air di Kabupaten Purwakarta.
Musim hujan saat ini tengah berada pada puncaknya, namun hingga kini tidak terlihat progres nyata dari para pemangku jabatan untuk mengantisipasi dan menanggulangi banjir. Masyarakat terus menjadi korban: rumah terendam, harta benda rusak, warga jatuh sakit, dan aktivitas lumpuh.
Pertanyaannya, untuk apa jabatan dan fasilitas negara diberikan jika tidak mampu melahirkan terobosan dan solusi konkret?
Jika para pejabat terkait memang tidak mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, lebih baik mengundurkan diri daripada terus membiarkan rakyat menderita.
Rakyat membutuhkan pemimpin yang bekerja, bukan yang hanya duduk nyaman di ruangan ber-AC dengan gaji dan TPP besar, namun gagal memberikan hasil di lapangan.
Kami mendesak Bupati Purwakarta, Om Zein, untuk segera turun tangan dan melakukan evaluasi menyeluruh. Pejabat yang tidak mampu menunjukkan kinerja dan progres nyata harus segera dicopot dan diganti. Jangan biarkan Purwakarta hancur oleh banjir akibat kelalaian dan ketidakmampuan aparatur pemerintahnya.
Purwakarta butuh solusi, bukan sekadar wacana.*/ACN/RED
