Saturday, January 24, 2026

Komisi Nasional Disabilitas RI Sambangi Universitas Nias, Rektor Delipiter Lase Tegaskan Unias Siap Jadi Mitra Strategis Promosi Inklusi dan Keberagaman

Actual News, Sumatera Utara — Universitas Nias kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang progresif dan responsif terhadap isu-isu inklusi. Hal itu tampak dalam kunjungan resmi Komisi Nasional Disabilitas (KND) Republik Indonesia ke kampus tersebut pada 17/11/2025 untuk membangun kerja sama dalam peningkatan pemahaman mahasiswa, pendidik, dan masyarakat luas tentang isu-isu disabilitas serta penguatan budaya inklusi.

Rombongan KND dipimpin oleh Komisioner KND Dr. Rachmita Maun Harahap, S.T., M.Sn., seorang tokoh nasional sekaligus penyandang Disabilitas Sensorik Rungu (Tuli) yang dikenal luas karena kiprahnya dalam memperjuangkan kesetaraan hak penyandang disabilitas. Kehadirannya mendapat sambutan hangat dari Plt. Rektor Universitas Nias, Delipiter Lase, S.E., M.Pd., beserta jajaran wakil rektor, dekan, dan pejabat struktural Universitas Nias.

Dalam pemaparannya, Dr. Rachmita menyampaikan materi mengenai aksesibilitas, akomodasi layak, dan strategi percepatan pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di perguruan tinggi. Ia menekankan bahwa kampus memiliki peran penting dalam membangun perspektif masyarakat bahwa disabilitas adalah bagian dari keberagaman manusia yang harus dihormati.

Kami mengajak perguruan tinggi untuk menjadi pionir perubahan persepsi publik, serta membangun lingkungan yang benar-benar ramah dan setara,” ujar Dr. Rachmita.

Menyambut hal itu, Plt. Rektor Universitas Nias menyampaikan pandangan dan komitmen kuat dalam menjadikan kampus sebagai ruang inklusif bagi mahasiswa dari semua latar belakang. Ia bahkan menegaskan bahwa Unias siap menjadi mitra strategis KND, bukan hanya dalam implementasi kebijakan, tetapi juga dalam memberikan sumbangsih ide dan gagasan untuk pengembangan program nasional terkait disabilitas.

Unias siap memberi kontribusi pemikiran untuk KND. Kami ingin menjadi bagian dari gerakan nasional yang mempromosikan disabilitas sebagai bagian dari keragaman manusia, bukan sebagai keterbatasan,” tegas Delipiter Lase.

Ia menambahkan bahwa Unias akan segera membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD) sebagai langkah konkret. Fasilitas dan kebijakan kampus pun akan mulai diarahkan agar lebih aksesibel serta sesuai kebutuhan semua mahasiswa.

Pernyataan tegas dari Rektor Unias mendapat apresiasi langsung dari KND sebagai langkah progresif yang jarang ditunjukkan oleh perguruan tinggi di daerah kepulauan. Sikap terbuka dan visi inklusif ini dinilai sebagai modal penting bagi terbangunnya sinergi jangka panjang antara kedua institusi.

Kunjungan bersejarah tersebut ditutup dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Nias dan Komisi Nasional Disabilitas RI, menandai awal kerja sama resmi dalam pengembangan pendidikan inklusif serta peningkatan literasi publik tentang isu disabilitas.

Dengan komitmen kuat pimpinan dan keseriusan membangun ULD, Universitas Nias menegaskan diri sebagai kampus yang tidak hanya mengikuti perkembangan, tetapi juga berani memimpin gerakan perubahan menuju Indonesia yang lebih inklusif, setara, dan menghargai keragaman.

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles