ACTUALNEWS.ID, Jakarta -Adanya wacana dan usulan yang dihembuskan oleh para pakar, tokoh, pengamat politik dan para relawan pendukungnya, agar Jokowi maju kembali menjadi Presiden RI sampai 3 Periode.
Menurut pendapat Pengamat Sosial Politik (Sospol) Heru Cipto Nugroho bahwa usulan Jokowi jadi Presiden 3 periode tersebut hanya akan menimbulkan kegaduhan politik di tanah air, karena seharusnya Presiden Jokowi fokus pada urusan kesehatan dan kesejahteraan rakyat ditengah situasi kondisi pandemi covid 19 yang semakin meningkat saat ini.
“Maka saya usulkan ketimbang para tokoh politik, lembaga survey atau tim sukses yang memaksakan kehendaknya agar Jokowi 3 periode, dari pada menimbukan kegaduhan politik, lebih baik justru seharusnya pak Jokowi didukung agar fokus tangani covid 19 saat ini, dalam rangka meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ekonomi rakyat sampai habis masa Jabatannya sebagai Presiden RI,” ujar Heru Cipto Nugroho yang baru saja dilantik sebagai Penasehat DPD PAN Kota Bekasi.
Selanjutnya Heru Cipto Nugroho ketika ditanya beberapa awak media Senen (21/6/2021). di Kantornya Tebet Jakarta Selatan. Kenapa wacana politik usulan Jokowi 3 Periode itu bisa menimbulkan kegaduhan? Jawabnya
Pak Jokowi sendiri pernah berucap di berbagai media massa nasional, bahwa usulan itu hanya cari muka dan cari jabatan saja.
“Bahkan Partai Politik yang ada di DPR RI tidak setuju dengan begitu menurut pendapat saya telah mengindikasikan bahwa sebagian besar rakyat Indonesia sudah tidak setuju lagi dengan adanya wacana politik Jokowi 3 periode,” ungkapnya.
Lanjut Heru Cipto Nugroho janganlah Karena ingin Populer, ingin dapat Jabatan dan lain sebagainya memberi masukan ke pak Jokowi ngawur hanya cari sensasi, ingat bisa merusak demokrasi, karena dengan usulan tersebut nanti rakyat malah tidak simpati lagi. Bahkan bisa di cap cenderung hanya cari Jabatan bukan Fokus nangani Covid yang semakin tinggi.
“Saya berpendapat sudahilah usulan Jokowi 3 Periode tersebut, mari kita dukung pak Presiden Jokowi menangani Covid 19,” pungkasnya.
Editor : (isan)
