ACTUALNEWS.ID Jakarta | Pertunjukan tinju profesional bertajuk Pattimura Big Fight International 2026, dengan semangat “Lawamena Haulala” (maju terus, pantang mundur) ini disiapkan sebagai momentum kebangkitan industri tinju nasional.
Event Pattimura Big Fight International 2026 diprakarsai oleh Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) bersama Maluku Barat Daya Promotion.
Promotor Nikolas Johan Kilikily, S.H.,M.H mengatakan, persiapan penyelenggaraan telah mencapai sekitar 70 persen dan ditargetkan rampung dalam beberapa pekan ke depan.
“Persiapan sudah kami lakukan, dan saat ini sudah sekitar 70 persen rampung. Kami berharap dalam dua sampai tiga minggu ke depan semuanya selesai, sehingga 29 Mei nanti event ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Niko usai acara Bincang Olahraga di Studio 5 TVRI Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Sejumlah petinju asal Maluku dipastikan ambil bagian, membawa semangat dari timur Indonesia ke atas ring. Sementara dari kancah internasional, dua petinju asal Thailand, Thirawat Panthong dan Thanathat Kalayanamit, juga telah dipastikan tampil untuk meramaikan ajang ini.
Selain itu, pertandingan akan diramaikan dengan dua partai nasional dan tiga partai amatir sebagai bagian dari pembinaan atlet.
Bagi sebagian petinju, ini bukan sekadar laga. Ini adalah kesempatan kedua—untuk membuktikan diri, untuk bangkit, dan untuk kembali dikenal.
Promotor Niko Kilikily menyebut event ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pattimura, dengan mengusung semangat kebangkitan olahraga tinju di Indonesia.
Niko Kilikily juga dipastikan mengundang sejumlah tokoh nasional, termasuk tentunya Gubernur Maluku dan Gubernur Maluku Utara sebagai pemilik Sabuk Tinju Emas dalam dua partai internasional.
Selain itu, undangan juga akan disampaikan kepada Presiden Prabowo, pejabat negara, tokoh olahraga, hingga Ketua Umum DPP GRIB Hercules Rozario Marshal.
“Kami berharap dukungan dari semua pihak, agar event ini berjalan sukses dan menjadi kebanggaan bersama,” kata Niko.

Sementara itu, Tokoh tinju nasional sekaligus pembina promotor asal Maluku Letkol Inf (Purn) G. Borlak, S.Sos.,M.M melihat lebih dari sekadar pertandingan dalam event ini.
Ia menilai, kesiapan promotor menjadi kunci dalam membangun kembali kepercayaan terhadap industri tinju.
“Kesiapan promotor secara kapasitas, kapabilitas, integritas, tidak ada masalah. Ini menjadi langkah positif dalam membangun kembali ekosistem tinju profesional di Indonesia,” ujar Borlak.
Ia bahkan berharap akan muncul promotor-promotor baru yang berani menggelar event serupa di masa depan.
“Promotor baru saya tunggu ya!, datang sama-sama. Kita bangun tinju Indonesia bersama,” tambahnya.
Bagi Yance Rahayaan, S.Sos kesuksesan event ini tidak hanya bergantung pada satu pihak.
Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci utama.
“Perizinan sudah rampung dan kerja sama dengan TVRI berjalan baik. Kami berharap acara ini sukses dan bisa berlanjut ke event-event berikutnya,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua Umum FTPI, Neneng A Tuty, S.H
Ia percaya dan menaruh harapan besar kepada promotor Niko Kilikiky agar ajang ini menjadi awal kebangkitan tinju profesional di Indonesia.
“Kami berharap event ini berjalan lancar dan menjadi awal kebangkitan tinju profesional nasional,” ujarnya.ACN/Davidgoland/RED
