Friday, March 13, 2026

Barikade DKI Jakarta : Dibalik Keputusan Anies Baswedan Terkait UMP 2022 Sangat Politis

ACTUALNEWS.ID, Jakarta —Barikade DKI Jakarta sangat mengecam Gubernur
Anies Baswedan terkait UMP tahun 2022 dianggap sangat bermuatan politis dan absurd.

Mestinya sebagai gubernur harus mengerti dan tahu dasar aturan kebijakan terkait kenaikan UMP DKI Jakarta yang berpedoman pada undang-undang dan peraturan pemerintah.

Hitung-hitunganya harus matang dengan mempertimbangkan nilai inflasi dan daya beli masyarakat. Tidak boleh gegabah dan ugal-ugalan. Jangan hanya motif menyenangkan teman-teman buruh semata dan mengesampingkan kemampuan pengusaha dan korporasi.

Permainan kepentingan shawat dan membuat masyarakat terenyuh atas keputusan tersebut. Sementara tanpa disadari itu menjadi tsunami bagi masyarakat terutama kalangan pengusaha dan korporasi.

Bisa dibayangkan kalau kalangan pengusaha dan korporasi koleps pasti ujung-ujungnya sebagai korban utama adalah masyarakat termasuk teman-teman buruh.

Gelombang PHK massal terjadi dimana-mana dan potensi dampak sosialnya sangat buruk karena kehilangan pekerjaan sebagai sumber penghidupan, tegas Ketua Barikade 98 DKI Jakarta D.A. Matulessy di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/7/2022).

Bila Anies Baswedan berambisi maju di pilpres usahkan kebijakannya tepat sasaran tanpa mengorbankan kepentingan salah satu pihak. Kalau orang kampung bilang jangan memberikan tumbal untuk kepentingan pribadi dengan embel-embel keberpihakan kepada masyarakat.

“Barikade DKI Jakarta melihat kebijakan tersebut sengaja dilakukan untuk membuat teman-teman buruh kecewa, marah hingga menyerang pemerintah” ungkapnya.

Kondisi negara saat ini sedang krisis karena dampak pandemi covid-19. Posisi bertahan adalah sikap yang tepat dan bijaksana karena kita dalam situasi pemulihan ekonomi secara nasional.

Sementara teguran dari Kemenakertrans kami rasa cukup jelas dan terang. Dalam putusan penolakan pengajuan UMP ini menjadi hitungan yang matang. Jika salah melangkah maka akan terjadi inflasi yang cukup besar dan tajam.

Kami berharap Anies Baswedan serius dan fokus mengurusi kemacetan di ibu kota yang makin hari tingkat kemacetannya
makin meningkat.
Maslahah banjir dan genangan yang sudah mulai kembali banyak titiknya bahkan rob pantai Ancol yang tidak pernah selesai dan tuntas.

Bahkan, kami melihat jalan disebelah JIS dan Ancol banyak genangan air yang seharusnya segera diselesaikan segera.

Masyarakat jangan terkecoh dan larut dengan solusi semu yang sebenarnya adalah ilusi dari kepentingan shawat politik semata, tutup D.A. Matulessy.

ACN/RED

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles