ACTUALNEWS.ID Jeneponto Sulsel Sabtu, 3 Januari 2026, diduga terdapat masalah dalam program bantuan dari Kemensos di Kabupaten Jeneponto, di mana sebagian penerima tidak memenuhi syarat. Contohnya terjadi di dinas koperasi, di mana data statistik atau dinas Bappeda memberikan data desil satu (miskin ekstrem) yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Saat pegawai koperasi melakukan pengecekan langsung, ditemukan bahwa data penerima bantuan UKM alat pembuat kue yang diselenggarakan di dinas koperasi tidak akurat.
Dalam intruksi Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, S.E., M.M., menyampaikan kepada seluruh masyarakat Jeneponto bahwa bantuan ini khusus diperuntukkan bagi desil satu. Namun, ironisnya, ada data yang memenuhi kategori persyaratan tetapi tidak mendapatkan perhatian karena pihak pegawai koperasi menyatakan bahwa kuota yang mereka dapatkan dari dinas Bappeda Kabupaten Jeneponto hanya 60 kuota.
Kondisi ini menambah keprihatinan, karena hal ini tidak sesuai dengan apa yang di intruksikan oleh Bupati Jeneponto yang menyampaikan bahwa bantuan ini khusus untuk masyarakat desil satu (miskin ekstrem). Namun, Kenyataannya di lapangan berbeda.

Seperti yang di alami seorang warga lansia bernama Sunggu yang berlokasi di Desa Jombe, Kecamatan Turatea,dan ibu Alisa daeng ugi di kecamatan binamu tanru sampe yang memenuhi kategori persyaratan tersebut, tetapi tidak mendapatkan perhatian dan bantuan UKM tersebut karena kuota hanya 60 orang. Program bantuan UKM ini sebelumnya juga pernah dilakukan di dinas perdaging Kabupaten Jeneponto.
Keadaan ini merasa perlu adanya evaluasi data yang diberikan oleh pihak statistik dan Bappeda agar ke depannya program Kemensos di Kabupaten Jeneponto tepat sasaran. Untuk itu kepada pihak berwenang, yaitu Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, S.E., M.M., agar ke depannya bisa memperhatikan kondisi masyarakat yang membutuhkan penerimaan manfaat, khususnya desil satu (miskin ekstrem) yang ada di Kabupaten Jeneponto.
Dengan adanya pemberitaan ini, kami meminta agar kiranya dapat mempertimbangkan untuk melakukan evaluasi dan pengecekan langsung data agar ke depannya program bantuan (bansos) tepat sasaran.
