ACTUALNEWS.ID Jakarta —Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Pencak Silat Indonesia (DPW PPSI) Jakarta pada hari Minggu (19/2/2023), kembali menyelenggarakan Silaturahmi dan Latihan Gabungan (Silatgab) Bulanan tradisi pencak silat di kawasan Taman Fatahillah, Kotatua Jakarta. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang sedang berkunjung.
Silatgab bulanan kali ini dihadiri oleh 300 peserta berasal dari 14 perguruan pencak silat di Jakarta, Bekasi, Banten dan tetamu dari Bandung dengan berbagai aliran tradisi pencak silat, seperti perguruan pencak silat Cakra Buana Pusat, Cabang Bungur, Tanjung Priok, dan Cengkareng, Gadjah Putih Cabang Matraman dan Putra Labuan Cakung, Kampung Silat Beksi Petukangan, Cingkrik Baba Aman, Lampah Gulung, Lumbung Harapan, Debus Pasundan Minahasa Singa Rantai, Pagar Budaya, Gado-Gado Betawi Naga Sembilan, dan pesilat Banten.
Silaturahmi hari ini kita kedatangan rombongan tamu siswa-siswi sekolah Yayasan Atikan Sunda Bandung yang memiliki Padepokan Seni Penca Daya Sunda, mereka sedang berwisata ke Jakarta dan mampir ke Kotatua, ungkap Firman Haris, Ketua Umum DPW PPSI Jakarta.
Untuk menghormati tetamu dari Bandung, disambut dengan atraksi seni tradisi Betawi Palang Pintu dikoordinir Bang Abdul Aziz dan kawan-kawan dari Kampung Silat Beksi Petukangan kolaborasi dengan berbagai perguruan pencak silat.
Prosesi Palang Pintu ini dimulai dan diakhiri solawat dengan iringan rebana biang dan hadroh, berbalas pantun dan atraksi kemampuan silat para Jawara. Atraksi seni budaya khas Betawi ini mengundang senyum dan tawa pengunjung Kotatua, karena dialog dan aksi teatrikalnya sangat unik dan jenaka.
Kemudian ditampilkan atraksi pegiat tradisi pencak silat, debus dan olah nafas dari berbagai aliran dan perguruan diiringi alunan musik tradisional. Kegiatan ini tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke Kotatua. Banyak pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara mengabadikan penampilan para pesilat dengan foto maupun video, juga ada yang bertanya di mana alamat tempat latihan pencak silat.
Firman Haris mengatakan, atraksi tradisi pencak silat yang ditampilkan kali ini, seperti ekspresi lisan, seni pertunjukan, dan ritus seremonial, baru sebagian dari elemen warisan budaya takbenda. Insya Allah dalam Silatgab bulan-bulan berikutnya ditampilkan juga pengetahuan tradisional, seperti metode pengobatan, maupun keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional, seperti membuat alat musik tehyan dan senjata tradisional.
Tradisi pencak silat Indonesia yang telah diakui sebagai warisan budaya takbenda dunia sejak 2019, adalah hasil karya adiluhung nenek moyang kita yang sangat kaya, beragam dan penuh kearifan lokal. Insya Allah amanah dari para pendahulu akan terus kita lanjutkan dan wariskan kepada generasi berikutnya, sebagai sumber praktik kehidupan dan inspirasi yang tak tergantikan, Aamiin.
ACN/RED
