ACTUALNEWS.ID, Jakarta – Berdasarkan pengalaman penanganan pandemi COVID-19 tahun 2020 dimana terjadi lonjakan kasus aktif pascalibur Hari Raya Idul Fitri, pada tahun ini pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan seluruh sumber daya untuk mengantisipasi lonjakan tersebut. Termasuk memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat(PPKM) Mikro hingga 31 mei 2021,melalui keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 615 Tahun 2021 dan Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 34 Tahun 2021.
Peningkatan kasus aktif di Jakarta memang fluktuaktif pada dua minggu belakangan,di mana ada peningkatan kasus aktif dari 7039 pada tanggal 3 Mei 2021 menjadi 7266 pada tanggal 15 Mei 2021 sebelum nya,akhirnya turun menjadi 7146 pada tanggal 16 Mei 2021.
Memang ada penurunan sebesar 120 kasus dari periode dari tanggal 15-16 Mei 2021.Namun kami akan tetap waspada terjadinya peningkatan kasus pada dua minggu kedepan,terlebih periode ini merupakan periode setelah Idul Fitri,”ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti, seperti dikutip dari suara pers PPID Provinsi DKI Jakarta.
Widyastuti juga memastikan bahwa fasilitas kesehatan DKI Jakarta telah bersiap menghadapi penambahan kasus aktif,dimana pertanggal 17 Mei 2021, Dinkes DKI Jakarta menyiapkan 6633 tempat tidur isolasi dan 1007 fasilitas ICU. kapasitas tersebut,tingkat keterisian nya juga tergolong masih dapat dikendalikan,dimana tempat tidur isolasi telah terisi 1724 atau 26% dan ICU terisi 338 pasien atau 34%.Artinya kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU masih diatas 50%.
Lebih dari itu,Widyastuti pun terus memantau dan mewaspadai klaster mudik.Terlebih dari pengalaman libur Batari(Natal dan Tahun Baru) serta lebaran pada tahun sebelumnya,mayoritas penduduk DKI Jakarta ke Pulau Jawa,Bali,dan wilayah Sumatera Utara.Mayoritas penduduk menggunakan mobil pribadi,sehingga akan membutuhkan bantuan informasi dr RT,RW,serta kader untuk identifikasi pelaku mudik.Perlu juga antisipasi jalur bus dan travel.”Meskipun Pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk tidak mudik dan melakukan penyekatan,tapi kami tetap mewaspadai adanya potensi klaster hasil dari bepergian ini terangnya.
Sementara itu, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan sebelumnya,menegaskan bahwa tidak ada pelarangan orang masuk ke Jakarta.Namun bagi yang masuk Jakarta dari luar kota harus siap menjalani screening yang dikerjakan bersama oleh Pemprov DKI Jakarta dan jajaran Forkompinda,bahkan Pemprov DKI Jakarta melakukan dua langkah screening,yaitu di pintu pintu masuk menuju Jakarta serta di lingkungan masing masing warga.
“Saya ingin garis bawahi bahwa kebijakan Jakarta tidak pernah melarang orang masuk Jakarta, jadi bukan pelarangan, karena Jakarta bagian dari Indonesia,siapa saja penduduk bisa datang ke kota mana saja. Sekarang ini dalam kondisi pandemi,kita sebelum lebaran sudah menganjurkan tidak bepergian. Pada saat sesudah lebaran, kita akan memberlakukan pengecekan pada mereka yang masuk Jakarta,” jelasnya.
“Akan dilakukan dua langkah pengetatan pemantauan pergerakan penduduk yang masuk Jakarta, Yakni dengan melakukan screening di tiap pintu masuk menuju Jakarta bahkan Jabotabek. Lalu untuk kendaraan pribadi nanti akan dilakukan screening random bagi mereka yang masuk. Kedua, Ketika sudah sampai di tempat tinggal.Nanti kita ada aplikasi khusus yang digunakan oleh para ketua RT/RW untuk mereka melakukan pelaporan dua kali sehari atas kondisi wilayahnya,”lanjutnya.
Harapannya, dengan proses screening ini, mereka yang terdeteksi terpapar COVID-19 dapat langsung dilakukan isolasi mandiri,baik di fasilitas Kesehatan milik Pemprov DKI Jakarta maupun Wisma Atlit,Sekaligus bagian dari ikhtiar untuk menekan penyebaran virus COVID-19 dan melindungi mereka pada lebaran kemarin taat anjuran Pemerintah untuk tidak bepergian dan tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Ikhtiar kami melakukan screening ini bukan hanya mendeteksi cepat jika ada yg terpapar,juga sebagai ikhtiar untuk melindungi warga Jakarta yang saat lebaran kemarin memilih tidak bepergian,mereka mereka yang menaati anjuran Pemerintah,”tandasnya.
ACN/Indah/Red.
