ACTUALNEWS.ID JAKARTA, Pemko Jakarta Barat menargetkan di bulan Juni kota jakarta barat akan menuju kota sehat. Melalui rencana Deklarasi ODF (Open Defecation Free) yang diadakan di Kelurahan mang di harapkan warga jakarta barat tidak ada lagi warga buang air besar sembarangan (BABS).
Sekitar 1.026 warga Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat tidak lagi BABS. Untuk itu Iin Mutmainah Walikota Jakarta Barat konsen dan fokus pada pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) komunal.
“Dengan dibangunnya fasilitas sanitasi ini diharapkan mampu merubah prilaku masyarakat menjadi lebih bersih dan sehat, terutama dalam menghentikan praktik BABS di Kota Jakarta Barat,” ujar Iin seperti yang di langsir beberapa media belum lama ini.
Menurut Mansyur lurah tomang,
wilayahnya menjadi titik fokus pembangunan MCK komunal dan dimana MCK tersebut harus memenuhi standart kesehatan dan air bersih.
“Ada beberapa titik pembangunan MCK di kelurahan Tomang dan sampe saat ini masih berjalan, semoga sebelum bulan Juni sudah rampung,” ujarnya, Senin (13/4/2026 di lokasi pembangunan.
Masihnya, kerjasama dan peran penting kesadaran masyakarat terhadap kebersihan sudah dilakukan jauh jauh hari sehingga dengan adanya MCK pola hidup sehat warga Tomang semangkin meningkat.
“Dukungan tokoh masyarakat, alim ulama sangat membantu kelancaran pembangunan MCK,” katanya.

Mansyur juga menjelaskan, dari 16 RW, 5 RW yang memiliki praktik BABS, yakni RW 011,012,013,014 dan 015.
Dan ke 5 RW ada 2 RW yaitu RW 012 dan RW 013 yang menjadi fokus.
“Ada 82 KK di RW 013 dan 260 KK di RW 012 dan bila per KK 3 orang (1 anak, Ibu, bapak) dipastikan 1.026 jiwa terselamatkan kesehatannya,” terangnya.
. BUKAN TANPA TANTANGAN
Merubah pola pikir masyarakat untuk berpola hidup sehat serta memangun MCK komunal tidaklah mudah. Dan mempuyai tantangan rintangan tersendiri, sebab sebelumnya ada temuan isu beredar yaitu akan ada kedepan relokasi warga karena dikaitkan status lahan.
“Hampir setahun sosialisasi, edukasi dilakukan lurah untuk membangun wilayahnya agar menjalankan pola hidup sehat, dan itu tidak mudah,” ungkap Kurnaedi tokoh masyarakat setempat.
Kurnaedi mendukung upaya pemerintahan kelurahan tomang di wilayah sebab, dengan adanya fasilitas ini, masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang air besar sembarangan.
“Warga bersama RT RW nantinya diharapkan bisa bersinergi membangun WC Komunal dan menjaga serta merawat fasilitas tersebut,” tutupnya.
AN/Rbt/Red
