Friday, August 29, 2025

Ketiga Organisasi Bertemu (FBR, Bantara, Petir) Sepakat Mengatakan Tidak Terlibat Terkait Keributan di Kelapa Gading. “Pengacara TS Harus Bertanggung Jawab”

ACTUALNEWS ID, Jakarta – Setelah beredar video dan pemberitaan telah terjadi kesalahpahaman antara kedua kelompok yang terjadi di kelapa gading, jakarta utara pada Kamis (27/3) antara FBR dan Bantara serta Petir yang mengakibatkan 1 orang luka berat dan beberapa orang luka akhirnya ketiga petinggi petinggi ormas tersebut bertemu dan berkumpul di Restoran Pulau Sentosa Sea Food, Jln Danau Sunter Agung No.12, Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (29/3).

Bermusyawarahnya para petinggi FBR, Bantara dan Petir untuk meluruskan sebetulnya apa yang terjadi saat peristiwa yang mengakibatkan diamankannya 19 orang di polsek kelapa gading.

Menurut Daenk Jamal tokoh masyarakat Jakarta Utara yang juga keluarga besar Bantara mengatakan bahwa peristiwa kesalahpahaman keributan pada hari kamis (27/3) di kelapa gading bukan atas nama kelompok organisasi Bantara, Petir maupun FBR, entah dari mana sumbernya sehingga ketiga organisasi tersebut seolah-olah ribut dan merebutkan masalah tanah.

“Setelah hasil investigasi dan rapat bersama ternyata tidak ada permasalahan berarti bagi ke-3 organisasi tersebut,” ujar Daenk Jamal.

Dia juga meminta dan meluruskan pada awak media terkait pemberitaan seakan akan ke-3 organisasi rebutan lahan.

“Ketiga organisasi FBR, Petir dan Bantara masih dekat baik secara persaudaraan dan keluarga. Pokonya kental persamaannya. Jadi mana mungkin ribut,” tegasnya.

Sementara Pengacara Bantara Mea Djegawoda.SH, menjelaskan, secara hukum tidak ada permasalahan dari ketiga kelompok (Bantara, Petir dan FBR) baik secara organisasi maupun tugas dan hak masing masing dalam menjalankan roda organisasinya.

“Jadi peristiwa keributan itu bukan atas nama kelompok organisasi yang seperti beredar saat ini. Untuk itu secara hukum juga kami akan menuntut dan melaporkan orang/oknum yang membawa bawa ketiga organisasi tersebut,” tukas Mea Djagawoda.

Hal senada juga dikatakan Satgas FP-NTT Paskalis Towari, cuma dia berpikir pada seseorang pengacara saat dilapangan, ini ada yang mencoba coba membentur benturkan ketiga organisasi ini. Dan itu sudah mengerucut kesatu nama yaitu oknum pengacara yang berinisial TS.

“Dugaan sementara Pengacara TS inilah yang memicu perkelahian sehingga terjadi pemberitaan bahwan ketiga organisasi menjadi ribut, padahal tidak seperti itu. Bila benar pembuktiannya pengacara TS harus bertanggung jawab atas segala yang terjadi,” tukasnya.

Dari musyawarah tersebut hadir bebarapa tokoh yang berkompeten seperti Alex Enuel Kaju (Ketu Petir), Semy Manafe (Pendiri Petir), Kasatgas FP-NTT Paskalis Towari, Masudin Ahmad/Tala Alor (Sekjen FP-NTT), Lince Mbalur (Ketua Perempuan Petir), Daenk Jamal (Tokoh Masyarakat Jakarta Utara yang juga Keluarga Besar Bantara), Mea Djegawoda.SH.(Pengacara Bantara).

Perlu diketahui, akibat perkelahian tersebut menyisahkan satu orang mengalami luka berat dan 19 orang masih diamankan dipolsek kelapa gading untuk dipintai keterangan.

ACN/Rbt/Red

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles