ACTUALNEWS.ID, Jakarta -;Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar diskusi Economic Talks bertajuk “Digitalpreneur: Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Bangsa” pada Kamis (27/2/2025) di Gedung Juang 45, Jakarta Pusat.
Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk Ketua Umum PB PMII M. Shofiyulloh Cokro, Ketua PB PMII Bidang Ekonomi dan Investasi Ramadhan, Sekretaris Bidang Ekonomi dan Investasi Hilful Fudhul, serta pengusaha muda Tyovan Ari Wigdado (Ketua HPN, Forbes 30 Under 30 Asia). Hadir pula CEO PT Ratu Thara Indonesia sekaligus Sekjen Asosiasi Pengusaha Kecil Menengah Mikro Nusantara Irma Muthoharoh, Pejabat Pelaksana Tugas Asisten Deputi Perluasan Pembiayaan Wirausaha Kementerian UMKM RI Ginda P. Siregar, serta komika dan influencer Boby Al Mahbubi.
Ketua PB PMII Bidang Ekonomi dan Investasi, Ramadhan, menjelaskan bahwa diskusi ini bertujuan mengasah keterampilan pemuda, terutama kader PMII dan pelaku usaha muda, agar mampu berkontribusi dalam mewujudkan target pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami ingin para pemuda dan pelaku usaha dapat berperan aktif dalam merealisasikan program Presiden Prabowo, yakni Astacita, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8%. Saat ini ekonomi Indonesia masih berada di angka 5%, dan harapannya para peserta PMII dan pelaku usaha yang hadir dapat membantu mendorong pencapaian tersebut,” ujar Ramadhan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PB PMII terus berupaya berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dari Kementerian Koperasi dan UKM.
“Kami berupaya bersinergi dengan Kementerian Koperasi dan UKM serta pihak lainnya untuk mendukung mahasiswa PMII, dalam mengembangkan usaha mereka agar mahasiswa bisa menjadi enterpreneur muda yang berhasil dan sukses untuk bisa memasarkan produknya baik secara offline dan online sesusai tuntutan jaman” tambahnya.
Menurutnya, untuk menjadi seorang entrepreneur muda, tidak cukup hanya mengikuti satu kali diskusi. “Dunia kewirausahaan membutuhkan proses panjang. Butuh latihan, jatuh bangun, serta diskusi yang terus-menerus agar bisa berkembang dan sukses. Saya kira stimulus untuk para mahasiswa di PMII dan mahasiswa lainya,”katanya.
“Jadi harapannya, dengan diskusi ini dapat membuka cakrawala para audiens untuk para perserta yang hadir terkait entrepreneur bagaimana bisa memanfaatkan teknologi digital untuk produk usahanya.”
Sebagai tindak lanjut, PB PMII berencana membangun ekosistem bisnis dan inkubasi wirausaha mahasiswa. “Ke depan, kami akan melakukan pendataan dan merekrut pelaku usaha dari mahasiswa. Ini masih dalam tahap awal, tetapi kami optimistis bisa menciptakan pertumbuhan digitalpreneur di kalangan anak muda,” tutupnya
ACN/RED