Sunday, March 15, 2026

PTM SMKN 9, Setelah Ditutup Bisa Buka, Begini Penjelasannya

ACTUALNEWS.ID, Jakarta – Demi menjaga kesehatan anak didik dan pendidik dari penyebaran virus Corona-19 di sekolah, SMKN 9 Jakarta menutup sementara kegiatan mengajar dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Penutupan sementara kegiatan PTM di karenakan ada seorang pendidik dan murid dinyatakan positif Covid-19, “Ya, terpaksa kami tutup sementara kegiatan PTM demi kesehatan kita semua,” hal ini di katakan Elvis Purba, Kepala Sekolah SMNK 9 Jakarta, Selasa, 27/4/2021 di ruang kerjannya.

Elvis menceritakan kronoligis penutupan di awali setelah salah satu guru memberikan surat keterangan resmi kekantor sekolah dengan membawa surat keterangan dari Puskemas Tajurhalang, Kabupaten Bogor tertanggal 23/4/2021, “Setelah mendapatkan surat keterangan dari Puskesmas terkait guru positif terpapar covid-19, maka kami ambil tindakan penutupan PTM sementara, saat bersamaan ada juga anak didik melaporkan terpapar positif,” tutur Elvis pada awak media Actualnews.id.

Masih Elvis, Setelah mendapatkan kedua hasil swab maka pihak sekolah menutup sementara PTM dengan berkordinasi ke Dinas Pendidikan, alhasil penutupan kami lakukan, “Keputasan penutupan selama 3 hari setelah dapat arahan dari Dinas Pendidikan Prov DKI Jakarta,” ungkapnya

Dia juga menambahkan, PTM akan kami buka kembali setelah ada persetujuan dari Tim Dinas Pendidikan, “Skitar antara hari kamis atau jumat akan di buka kembali, sesuai surat permohonan sekolah ke Dinas Pendidikan,” ucapnya.

Sementara itu, Agus Ramdani, S.Sos, MAP, Sekertaris Pendidikan Jakarta, di hubungi melalui ponselnya menjelaskan, bila ada indikasi covid-19 di sekolah maka pihak sekolah wajib mengambil tindakan pengamanan (Penutupan sementara PTM) sambil menunggu hasil Tracing, karena bisa melakukan BDR (Belajar Di Rumah), ” Tindakan SMKN 9 sudah benar dan sesuai prosedural, tinggal menunggu hasil dari Tim, semoga aja 3 atau 4 hari kedepan PTM dibuka kembali,” terangnya.

Agus juga menyarankan, pihak sekolah terus melakukan penyemprotan Desinfektan sebagai pengsterilan sekolah dan stake holder sekolah.

“Untuk pembukaan PTM harus mengajukan isian Assesment 1 dan 2 serta guru mengikuti pelatihan Blended Learning,” tandasnya.

Menaggapi hal ini, Ceacillia Fauzah, Ketua Relawan GA (Gerakan Anti) Covid-19 Jakarta, setuju dengan Agus Ramdani sebagai teknis prosedural pembukaan PTM, karena demi menjaga kesehatan kita semua, apalagi guru dan muridnya terpapar bukan dari klaster sekolahan, “Kalau Tracingnya bukan dari sekolah maka 3 hari kedepan sudah bisa di buka PTMnya,” pintanya dengan singkat.

ACN/Tim/Rbt/Red

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles