Sunday, February 8, 2026

Proposional Terbuka Atau Tertutup, Begini Kata Masyarakat…….!!!

ACTUALNEWS.ID, Jakarta – Wacana sistem pemilu 2024 masih dalam perdebatan panjang terkait sistem dengan Proposional terbuka dan tertutup, keduanya ada plus-minusnya.

Untuk itu, media ActualNews menanyakan langsung kebeberapa warga di jakarta terkait hal itu.

Marno (49) warga lubang buaya jakarta timur mengingankan propisianal terbuka dengan alasan mengetahui apakah caleg (calon legislatif) yang mewakili daerahnya sudah ada. Terlepas dia (caleg) dari partai manapun, yang penting beliau komit dengan janjinya buat wilayahnya.

“Siapapun dia (calegnya) asal berkomitmen dan membawa aspirasi warga, dia akan kami pilih tanpa melihat dari parta mana,” ujar Marno, Kamis, 5/1/2023

“Sedangkan kalau tertutup diserahkan kepada no urut yang diinginkan partai. Nach.., ini yang warga tidak suka. Kita tidak kenal secara kepribadiannya, boleh dipartai dia aktif dan bagus tapi di lingkungannya tidak mau peduli dan tidak pernah bersosialisasi. Buat apa dipilih,” tambahnya.

Hal berbeda diungkapkan Sutini (28) warga kebon sirih jakarta pusat, sistem politik di negara kita masih kental ketergantungan pada partai, jadi kita serahkan saja kepartai. Bagaimanapun partai tau orangnya (kadernya) yang akan diduduki di calon legislatif.

“Kita serahkan saja pada partai masing masing, toh..partai tau mana caleg yang berpotensi atau tidak” tegasnya.

Diakui Sutini pada proposional tertutup bukan tidak ada cela untuk menyuap pimpinan partai agar masuk nomer urut jadi. Itu bisa saja terjadi nantinya.

“Mengiingat pemilu akan ada rangkaian kampanye maka dibutuhkan biaya besar. Jadi bila ada caleg yang mempuni biaya besar, bisa saja di masukan ke no urut 1 atau 2,” singgungnya.

Dijakarta Barat, Sefudin (34) warga grogol petamburan jakarta barat, merasa hambar bila KPU menerapkan pemilu dengan proposional tertutup. Sebab menghilangan makna dari “Pesta Demokrasi”, yang namanya pesta harus ramai dan meriah baik dari sisi acara pemilu sampai masyarakat tau caleg mana yang akan dipilih.

“Yang namanya pesta demokrasi harus terbuka seluas luasnya. Jadi kompetisi caleg menentukan, kan rame tuh…Ini juga bisa menambah suara partai kok,” tegasnya.

Dirinci Sefudin lebih dalam, sistem proposianal terbuka juga bisa bahkan lebih menghasilkan suara partai lebih tinggi dari pada proposianal tertutup. Sebab persaingan caleg berlomba lomba ingin menang.

“Persaingan caleg internal juga bisa menambah suara partai lebih besar,” tutupnya.

Perlu diketaui dari ketiga perwakilan masyarakat menginginka perjalanan pemilu 2024 berjalan secara demokratis, profesional, mendidik dan aman.

ACN/Rbt,TIM/Red

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles