ACTUALNEWS.ID, JAKARTA,- Pengurus Besar Forum Ulama Dan Aktivis Islam ( PB-FORMULA) yang dipimpin Ketum Tuan Guru. Drs. Dedi Hermanto bersama Sekjen Ustadz Nandang Sektiyo S.IP menjelang akhir tahun 2022 dan tahun baru 2023, seperti dalam keterangannya kepada sejumlah awak media massa, bahwa PB -FORMULA telah mengundang para pengurusnya, bertempat di Sekretariat PB Formula Jln Taman Wisma Asri II Blok DD28/1 Kota Bekasi. Provinsi Jawa Barat, Jumat (30/12/2022).
Dengan tujuan dalam rangka memanfaatkan moment penting untuk melakukan sharing penguatan para pengurus PB FORMULA sekaligus memberikan statmen refleksi akhir di tahun 2022 ini.

Dalam kesempatan itu Ketum PB FORMULA, Tuan Guru. Drs. Dedi Hermanto menyampaikan amanat refleksi akhir di tahun 2022 yang isinya sebagai berikut :
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Tanpa disadari banyak manusia dimuka bumi ini yang menjadi korban dari PERUBAHAN GLOBALISASI termasuk bangsa Indonesia.
Yang seharusnya kita manusia sebagai Pemilik Perubahan dan Mengendalikan Perubahan yang RAHMAT LIL’ALAMIN Karena sesungguhnya Allah tidak akan Merubah nasib suatu Kaum atau bangsa di Dunia ini, kalau mereka Tidak mau berubah :
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍl
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di depan dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.
Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum hingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Q.S Ar-Ra’d [13] : 11
Lanjut Tuan Guru. Drs. Dedi Hermanto bahwa di dunia ini tidak ada yang tetap, yang tetap adalah Perubahan
Menurutnya bagaimana kita melakukan suatu Perubahan Tetapi kita melakukan Hal yang sama, kesalahan yang sama, dan terus menerus ambil pelajaran atas masalah yang sama. Tapi mengharapkan adanya Perubahan dan hasil yang berbeda.
Lanjutnya bangsa yang hebat adalah bangsa yang dapat Menyesuaikan dan Beradaptasi dengan Perubahan, ruang dan waktu.
Dan bangsa Indonesia, tidak bisa lepas dari arus perubahan Globalisasi yang dampaknya sangat terasa, yaitu Covid-19.
Sambung Tuan Guru Dedi Hermanto maka, menuju akhir tahun 2022, ungkapan tadi perlu digarisbawahi lagi. Semua elemen masyarakat diingatkan bahwa negara-bangsa memiliki modal dasar yang cukup kuat untuk merespons tantangan di tahun 2023; merupakan tahun yang masih berselimut ketidakpastian akibat faktor geopolitik, sektor keuangan global yang masih sarat masalah hingga potensi ancaman dari tingginya inflasi di sejumlah negara.
Lanjutnya faktor lain yang juga patut diwaspadai adalah potensi kenaikan harga pangan dan energi. Maka, hiruk pikuk politik tahun 2023 terkait isu Pemilu dan Pilpres 2024 hendaknya tidak mengganggu fokus negara-bangsa menyikapi ragam tantangan itu.
Lebih lanjut Dedi Hermanto mengatakan Tahun 2022 yang dinamis dan sarat ujian akan segera berakhir. Dalam hitung hari, dunia akan menyongsong tahun 2023 yang masih menghadirkan ragam tantangan riel. Namun, optimisme harus tetap bertumbuh, karena pengalaman mengajarkan bahwa akan selalu ada peluang dan harapan pada situasi paling sulit sekalipun.
Menurutnya masyarakat Indonesia setidaknya sudah menghadirkan bukti, yakni saat mengelola kehidupan bersama sepanjang durasi pandemi Covid-19 dengan penuh kebijaksanaan, dan membuahkan kinerja perekonomian negara yang impresif.
Selama hampir tiga tahun semua elemen bangsa berjibaku merespons dampak pandemi Covid-19, yang telah merusak nyaris semua aspek kehidupan. Lebih dari 6,7 juta warga terinfeksi Covid-19. Lebih dari 160 ribu orang meregang nyawa, termasuk lebih dari dua ribu tenaga medis yang berjuang di garda terdepan telah gugur sebagai pahlawan kemanusiaan.
Lanjut Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto untuk itu, Ibu Pertiwi yang sedang Bersedih hati, memanggil Umat Islam dan Pemuda bangsa INDONESIA, Sebagai :
Pertama, AGEN PERUBAHAN
Peran pemuda yang pertama dapat dilihat dari peran pemuda sebagai agen perubahan. Hal ini dapat diwujudkan dengan pemuda ikut mendukung perubahan-perubahan dalam lingkungan masyarakat, baik secara nasional maupun daerah, menuju kepada arah yang lebih baik lagi pada masa yang akan datang. Kemajuan bangsa dapat dilihat dari keberhasilan generasi mudanya untuk melakukan perubahan-perubahan positif yang dapat dilakukan dan menaklukan segala tantangan yang akan dihadapi.
Kedua, AGEN PEMBANGUNAN
Selain menjadi agen perubahan, peran pemuda juga sebagai agen pembangunan yang mana pemuda Indonesia memiliki peran dan tanggung jawab dalam upaya melancarkan atau melaksanakan berbagai macam pembangunan di berbagai macam bidang, baik pembangunan secara nasional maupun pembangunan daerah.
Agen pembangunan disini bukan hanya sebatas pembangunan secara fisik maupun non fisik , tetapi juga menyangkut juga kemampuan pengembangan potensi generasi muda lainnya. Potensi dan produktifitas yang ada di diri para generasi muda perlu dikembangkan demi mencapai tujuan pembangunan bangsa Indonesia.
Begitu besarnya peranan pemuda dalam melakukan perubahan sejalan dengan jargon Presiden Soekarno untuk membangkitkan semangat para pemuda yaitu “ Beri aku 1000 orang tua , niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncang dunia.
Ketiga, AGEN PEMBAHARUAN
Peran yang selanjutnya adalah menjadi agen pembaharuan bangsa Indonesia. Artinya pemuda Indonesia harus memiliki kemampuan dalam menganalisis perubahan zaman sehingga mereka dapat memilih mana yang memang perlu untuk dirubah dan juga mana yang seharusnya dipertahankan.
“Untuk itu selagi kita. Masih Muda, Sehat, Kaya, Banyak Waktu Luang , dan Masih ALLAH berikan Nikmat hidup di dunis .Manfaatkanlah untuk Kemajuan dan kekayaan bangsa Indonesia serta Agama Islam di mata dunia,” ujar Tuan Guru Drs. Hermanto sekaligus mengutif Sabda Rasullallah SAW :
اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتِكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
“Jagalah lima perkara sebelum (datang) lima perkara (lainnya). Mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu dan hidupmu sebelum matimu.” (HR Nasai dan Baihaqi).
Diakhir amanatnya Tuan Guru Drs .Dedi Hermanto mengajak kepada seluruh para anggota dan pimpinan PB Formula maupun seluruh rakyat Indonesia khususnya Umat Islam dan Para Pemuda Pemudi Indonesia, karena bangkitnya para pemuda pemudi dan Umat Islam di seluruh Indonesia sebagai Cahaya menuju Perubahan, Pembangunan dan Pembaharuan yang RAHMATAN LIL’ALAMIN.
“Ayo…!! Bangkitlah Umat Islam dan para Pemuda Pemudi terbaik bangsa INDONESIA, Untuk menuju cita-cita bangsa, Yang Berkeadilan serta kemakmuran rakyat INDONESIA, yang RAHMATAN LIL’ALAMIN,” pungkas Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto.
Waalaikum salam Wr.Wb
Salam Perjuangan
Jakarta, 30 Desember 2022
Pengurus Besar Forum Ulama Dan Aktivis Islam (PB- FORMULA)
Ketua Umum Tuan Guru. Drs. Dedi Hermanto
Sekjend Ustadz. Nandang Sektiyo, S. IP.
Editor : ( Cuncun/Ihsan).
ACN/RED
