ACTUALNEWS.ID, Jakarta – pengamat Sosial Politik Cinta Negeri Indonesia (Pengamat Sospol CNI) Heru Cipto Nugroho biasa disapa Heru CN mengatakan bahwa perolehan kursi suara DPR RI akan bertambah jika Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dapat mengusung pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dari internal partai politiknya sendiri pada Pemilu serentak 2024 nanti. Perihal tersebut adalah untuk membantah issue bahwa KIB berdiri karena Tekanan dan Buatan semata.
“Saya selaku pengamat memandang sudah cukup dan selayaknya KIB dengan tiga partai politik yakni Partai Golkar, PAN dan PPP sudah memiliki 23 persen lebih
sudah bisa memberangkatkan satu pasang Capres dan Cawapresnya sendiri,
“Demikian dikatakan Heru CN saat dihubungi sejumlah awak media massa di Kantornya kawasan Tebet Raya Jakarta Selatan, Minggu (23/10/2022).
Menurut politisi senior Heru CN dalam sistem pemilihan umum (Pemilu) di Indonesia dikenal presidential threshold atau ambang batas untuk pengajuan pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden.
Lanjut Heru CN seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, aturan presidential threshold diatur dalam Pasal 222 yakni,
“Pasangan calon diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya,”ujar Heru CN
Lebih lanjut Heru CN menjelaskan KIB merupakan gabungan partai politik PPP, Partai Golkar dan Partai Amanah Nasional (PAN). Sehingga diharapkan untuk kriteria pasangan capres dan cawapres nya harus yang berkualitas dan memiliki kemampuan manajerial, rekam jejak baik, serta seorang figur yang memiliki integritas dan memiliki keberpihakan kepada rakyat
“Nah yang paling penting adalah menurut hasil survei yang elektabilitas paling tinggi sehingga menjadi perbincangan seluruh rakyat di Indonesia, karena sehebat apa pun seorang figur maupun tokoh itu, kalau tidak didukung oleh sebagian besar rakyat paling bawah akar rumput, pastinya sangat berat untuk mendorongnya menjadi capres 2024 nanti,” terangnya.
Lanjut Heru CN maka diharapkan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) tidak mendikotomikan pasangan capres atau cawapres dari ketiga partai politik tersebut, agar tidak terjadi perdebatan yang panjang hingga terlaksananya pemilu serentak 2024 nanti.
“Oleh karena itu saya selaku pengamat berharap untuk mendongkrak perolehan suara kursi DPR RI, hendaknya masing-masing dari ketiga Ketua Umum Partai Politik yakni: Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN, Zulkifli Hasan dan Ketum PPP yang telah sepakat bergabung dalam KIB harus kompak dan legowo jika ada salah satu yang diusung menjadi pasangan capres dan cawapres 2024,” pungkasnya.
Editor : (Red/San/cuncun)
