ACTUALNEWS.ID, Jakarta -;Rekrutmen PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) ditingkat kelurahan di DKI Jakarta disinyalir banyak yang titipan dari pihak luar, baik dari tokoh masyarakat setempat, oknum kelurahan sampai bakhan ada runmor intervensi dari anggota DPRD yang memaksa orang titipannya agar diterima.
Secara peraturan penemerimaan/pendaftaran PPSU adalah kewenagan Lurah melalui kasie sarana dan prasarana kelurahan dan sekertaris kelurahan, namun masih ada orang maupun interlal kelurahan (oknum) ikut intervesi perekrutan PPSU.
Menurut runmor tersebut Actualnews.Id menelusuri salah satu kelurahan, yakni Kelurahan Duri Pulo, Kec Gambir Jakarta Pusat. Panitia seleksi dikelurahan duri pulo, melakukan penyeleksian sesuai pertimbangan dan peraturan yang berlaku.
“Panitia tetap mengaju pada peraturan mekanisme, tapi di duri pulo sejak awal sudah diumumkan susai hasil rapat koordinasi kelurahan, jadi bila ada intervensi sudah ada dasar penolakannya, ujar Suyono Lurah Duri Pulo, Kec Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 22/12/2021, saat acara pelantikan LMK di RPTRA Kelurahan.
Dia akuinya, dari quota ppsu di duri pulau salama penilain setahun kebelakang, kinerja ppsu tahun 2021 masih cukup baik, jadi tidak ada perubahan, saol pelamaran silahkan aja, kan nanti dimasukan daftar urutan.
“Ada daftar urutan dari yang ditetapkan.
Ada tahapan yang dilalui,mulai dari pendaftaran, cek kelengkapan adminintrasi, seleksi administasi, tes lapangan, tes tertulis dan tes wawancara. Jadi selektif lah,” paparnya.
Menurut kabar sampai saat ini pihak penyelenggara panitia seleksi PPSU belum juga mengumumkan hasil akhir penerimaan PPSU 2022.
ACN/Rbt/Red
