ACTUALNEWS.ID, Jakarta – Kolerasi Kongres GPM (Gerakan Pemuda Marhaenis) di Bali sebuah perwujudtan program GPM reborn terhadap perkembang Marhaenisme di Nusantara.
Diketahui kaum marhaen adalah golongan kelompok kasta paling bawah, sebab Marhaen berada di kelompok seperti, buruh, tani, nelayan atau bisa dibilang kaum yang termajinalkan.
Teriring sejarah mencatat dianggap para penguasa sejak zaman pra kemerdekaan sampe menuju abad ke 21, belum ada sepenuhnya zaman melaksanakan atau menjalankan aliran marhaenis utk bisa Berdaulat secara Politik, Ekonomi dan berdaulat kebudayaan/kepercayaan.
Dengan adanya Kongres ke-X GPM di Bali, meskipun GPM sudah berusaha menghadirkan tokoh yang berpengaruh di Indonesia. Seperti Presiden Jokowidodo, Ketua MPR-RI Bamsoet, Puan Maharani, Ketua DPR-RIsampai ke Ketua DPD-RI, AA LaNyalla Mahmud Mattaliti. Namun hanya LaNyalla saja yang hadir.

Dengan hadirnya Ketua DPD-RI itu, GPM akan membuka jalan untuk kader, simpatisan, pengurus agar dapat merealisasikan program program yang nantinya akan diamanatkan dalam kongres.
Dengan berbagai usulan atau acuan program di Kongres ke-X GPM diharapkan ada tembusan dan jalan keluar bagi GPM untuk mewujudkannya.
DPD-RI adalah perwakilan tokoh daerah yang dianggap sebagai presentatif mewakili daerahnya, maka suatu hal yang wajar bila DPD-RI menjadi salah satu tumpuhan GPM kedepan untuk melaksankan/mewujudkan amanat penderitaan rakyat.
DPD RI adl Pemimpin Nasional karena setiap Level Kepemimpinan Tingkat Nasional adalah Peminpin Nasional baik itu MPR RI , DPR RI , DPD RI dan lainya.
Di tulis oleh : Tatang.S
(Ketua GPM Jakarta Barat)
Di Edit oleh : Robert.S
(Wkl Pimpred Media Online ActualNews)
ACN/Rbt/Red
