ACTUALNEWS.ID, Kabupaten Tegal – Menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini menjadi salah satu upaya membentuk generasi muda yang berakhlak mulia. Hal inilah yang dilakukan Senyum Anak Islam (SAI) Kalisoka melalui kegiatan pengajian rutin malam Jumat bagi anak-anak di lingkungan sekitar, Kamis (15/10).

Biasanya, pengajian dilaksanakan di kantor SAI yang berlokasi di Jalan Tengiri RT 02 RW 02, Desa Kalisoka, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Namun, kali ini kegiatan berlangsung berbeda. Anak-anak diajak mengikuti pengajian di dua lokasi bersejarah, yakni Makam Ki Ageng Anggawana dan Makam Kasepuhan Raden Purbaya.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk belajar mengaji dan meningkatkan keimanan, tetapi juga sebagai upaya mempererat tali persaudaraan serta mengenalkan sejarah dan warisan religi yang ada di Desa Kalisoka.
Di kawasan tersebut, terdapat makam tokoh yang dikenal dalam sejarah lokal, yakni Ki Ageng Anggawana, yang lokasinya berdekatan dengan Masjid Kasepuhan. Selain itu, anak-anak juga diajak mengunjungi Makam Raden Purbaya dan Masjid Kasepuhan atau yang dikenal masyarakat sebagai Masjid Wali.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan tidak hanya mendapatkan pembelajaran agama, tetapi juga mengenal lebih dekat sejarah dan nilai-nilai budaya Islam yang berkembang di lingkungan tempat tinggal mereka.
Pengajian rutin tersebut diinisiasi oleh pasangan suami istri (pasutri), Edi Sucipto dan Erinawati, selaku pengelola lembaga pendidikan anak usia dini Senyum Anak Islam (SAI).
Edi Sucipto dan Erinawati menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran di luar sekolah dengan melibatkan anak-anak di lingkungan sekitar.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan di luar sekolah. Kami mengajak anak-anak di lingkungan sekitar, khususnya di RT 01 RW 02 Desa Kalisoka, Kecamatan Dukuhwaru, untuk bersama-sama belajar mengaji,” ungkap mereka kepada awak media ACTUALNEWS.ID.
Melalui pengajian rutin malam Jumat ini, SAI Kalisoka berharap anak-anak semakin mencintai Al-Qur’an, memiliki akhlak yang baik, serta tumbuh dengan pemahaman agama yang kuat. Di sisi lain, pengenalan tempat-tempat bersejarah di desa juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan dan menghargai warisan sejarah yang ada sejak dini.
ACN/Pray/RED
