ACTUALNEWS.ID Jakarta, Drs. I Made Pande Cakra, M.Si. tampak hadir di acara Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menyelenggarakan Mahasabha XIII di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada 8–11 Oktober 2026. Kegiatan lima tahunan ini menjadi momentum penting bagi umat Hindu di seluruh Indonesia untuk memperkuat persatuan, menyatukan visi, serta merumuskan arah kebijakan dan strategi organisasi ke depan.
I Made Pande Cakra, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Bekasi dan purnawirawan perwira menengah Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang aktif memegang posisi kepemimpinan strategis di berbagai organisasi keagamaan Hindu ini mengatakan,
Mahasabha adalah acara 5 tahun sekali yang merupakan forum tertinggi umat Hindu di seluruh Indonesia.
Ini diselenggarakan dari tanggal 8 sampai 11 Oktober 2021. Yang terpenting dari itu adalah mereview AD ART, agar dasar ke rumah tangga, kemudian menyusun program kerja,
dan memilih pengurus PD Gusat yang baru itu ada tiga satu yang namanya Sabo Pandita Sabo Pandita itu adalah kumpulan daripada Pandita Surinye yang kedua namanya Sabo Welaka itu kumpulan dari Cendekiawan yang ketiga pengurusan yang eksekutifnya jadi itu nanti akan dipilih besok malam hari Sabtu kalau sekarang sidang-sidang komisi ada tiga komisi, Komisi A, B dan C, kata I Made Pande yang juga Ketua Umum Perkumpulan Pendidik Pasraman Indonesia (P3I).
Hari besok itu yang utama itu laporan dari sidang-sidang komisi. Sekarang kan tetap sidang komisi. Kemudian besok itu ada laporan sidang-sidang komisi, sidang pleno. Kemudian malamnya itu pemilihan yang tingkat-tingkat tadi. Sahabat pandita, sahabat walauka, pengurus harian. Kan Pak, besok itu akan ada pelantikan pembelajaran umum.
Kandidat yang sudah disebut-sebut tadi dalam pandangan umum ketua-ketua PHDI Provinsi itu ada dua nama yang disebut. Yang satu, Lieutenant KDI Inyoman Cantiasel. Yang kedua, Anak Agung Ari Dwi Payana.
ke depan ini tugas utamanya kan membina umat Hindu ya meningkatkan serata dan makinnya kemudian mempersatukan
seluruh komponen umat Indonesia kemudian bisa memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara di bidang kerukunan maupun pembangun
an keagamaan.ACN/RED
