Dari Medan ke Tanah Rantau, Nikmat Harahap Wujudkan Mimpi Jadi Penulis dan Kreator Konten

ACTUALNEWS.ID ACTUALNEWS.ID, – Merantau bukan sekadar berpindah tempat. Jauh dari keluarga, menghadapi kerasnya kehidupan, hingga berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi bagian dari perjalanan yang harus dilewati. Namun bagi Nikmat Harahap, berbagai tantangan di tanah rantau justru menjadi penyemangat untuk terus berkarya dan mengejar mimpi.

Pemuda kelahiran 28 April 2003 asal Medan, Sumatera Utara, itu kini menapaki jalan sebagai penulis buku sekaligus kreator konten. Tinggal di Jakarta Pusat, Nikmat perlahan membangun karier melalui tulisan dan media sosial hingga mampu memperoleh penghasilan dari aktivitas digitalnya.

Di dunia kepenulisan, Nikmat menggunakan nama Nikmat HRP. Kecintaannya terhadap dunia literasi telah tumbuh sejak duduk di kelas 5 sekolah dasar. Ketertarikan tersebut terus dipelihara hingga akhirnya ia mampu menerbitkan karya sendiri.

Nikmat merupakan alumni Al-Mukhtaryah Sungai Dua, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, yang lulus pada 23 Juni 2023. Ia juga tercatat berasal dari Universitas Terbuka Medan.

Dua Buku Lahir di Tanah Rantau

Perjuangan Nikmat mulai membuahkan hasil ketika karya pertamanya berjudul “Dunia Emang Sejahat Ini” terbit pada 20 Maret 2025.

Setahun kemudian, tepat pada hari ulang tahunnya, 28 April 2026, ia kembali menerbitkan buku kedua berjudul “Doa Ibu yang Udah Tiada”.

Menurut Nikmat, kedua bukunya kini mampu terjual sekitar 100 eksemplar setiap bulan. Ia juga menyebut karya-karyanya telah dibaca lebih dari 50 ribu orang.

Dua buku tersebut banyak mengangkat sisi kehidupan yang dekat dengan pembaca, mulai dari perjuangan hidup, kehilangan, keluarga hingga pergulatan emosional manusia.

Bagi Nikmat, pencapaian tersebut memiliki arti tersendiri. Pasalnya, mimpi menjadi penulis telah tumbuh sejak dirinya masih kecil. Justru di tanah rantau, mimpi itu perlahan dapat diwujudkan.

Bangun Karier Lewat Media Sosial

Tidak berhenti pada buku, Nikmat juga memanfaatkan perkembangan dunia digital untuk memperkenalkan tulisannya kepada masyarakat lebih luas.

Ia aktif sebagai kreator konten dan freelance TikTok affiliate. Berdasarkan data yang disampaikannya, akun TikTok @nikmathrp_ telah memiliki sekitar 65 ribu pengikut, Instagram @nykamathrp_ sekitar 20 ribu pengikut, Facebook Nikmat Official sekitar 109 ribu pengikut, serta kanal YouTube Nykmat Official dengan sekitar 12 ribu subscriber.

Aktivitas tersebut tidak hanya menjadi ruang baginya untuk berkarya, tetapi juga membuka peluang mendapatkan penghasilan dari media sosial.

Di balik pencapaiannya, Nikmat masih menyimpan mimpi besar. Ia ingin buku-bukunya semakin dikenal masyarakat Indonesia hingga mancanegara.

Ia berharap namanya kelak tidak hanya dikenal sebagai kreator konten, tetapi dapat terus hidup melalui karya-karya yang ditinggalkannya.

Pesan Nikmat untuk Anak Muda di Tanah Rantau

Perjalanan hidup sebagai anak rantau membuat Nikmat memahami bahwa keberhasilan tidak selalu datang melalui jalan yang mudah. Karena itu, ia mengajak generasi muda agar berani mencoba berbagai peluang positif.

“Jangan takut bermimpi besar. Teruslah berusaha, bekerja keras, dan jangan pernah lupakan doa serta restu kedua orang tua. Tidak ada perjuangan yang sia-sia jika dilakukan dengan sungguh-sungguh,” pesan Nikmat.

Ia juga mengingatkan anak muda agar tidak takut mencoba sesuatu yang baru selama memberikan dampak positif.

“Mumpung kita masih muda, cobain saja hal-hal baru yang belum pernah kita coba, selagi itu positif, membuat kita maju dan menguntungkan kita maupun orang-orang di sekitar kita. Karena rezeki kita tidak tahu datang dari mana,” ujarnya.

Bagi Nikmat, keberhasilan juga tidak boleh membuat seseorang melupakan keluarga.

“Sayangi keluarga. Dapat rezeki berapa pun jangan lupa sama keluarga, karena rezeki yang kita kasih ke keluarga pasti dibalas Tuhan berkali-kali lipat,” katanya.

Kini, dari tanah rantau di Jakarta, Nikmat Harahap terus menulis lembar demi lembar perjalanan hidupnya. Dua buku telah lahir, ratusan ribu pengikut mengikuti karyanya di berbagai platform digital, dan mimpi yang dahulu hanya tersimpan sejak kecil perlahan menjadi kenyataan.

Baginya, merantau bukan sekadar meninggalkan kampung halaman, tetapi juga perjalanan untuk menemukan kesempatan, membangun masa depan, dan meninggalkan jejak melalui karya.

ACN/RED

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles