PKM-KC UNDIP Kembangkan Prototipe Reaktor Plasma Quad-Core Multi-Pin

ACTUALNEWS.ID, Jakarta – Tim mahasiswa Universitas Diponegoro kembangkan inovasi alternatif pengendalian penyakit pada tanaman bawang merah.
Inovasi tersebut berupa perangkat NUTRIPLAS berbasis plasma-activated water.

Perangkat ini dirancang menggunakan reaktor Dielectric Barrier Discharge atau DBD. Teknologi tersebut menghasilkan spesies oksigen dan nitrogen reaktif atau RONS dalam air.

Penyakit yang menjadi sasaran pengujian adalah bercak ungu pada bawang merah. Penyakit tersebut disebabkan oleh Alternaria porri.
NUTRIPLAS mengintegrasikan reaktor plasma, tangki air, pompa, sensor, dan sistem irigasi.

Perangkat tersebut juga dilengkapi teknologi Internet of Things untuk pemantauan dan pengendalian.
Reaktor menggunakan konfigurasi Quad-Core Hollow Multi-Pin dengan empat elektroda berongga. Konfigurasi tersebut digunakan dalam proses pembentukan plasma-activated water.

Sistem dilengkapi sensor pH dan Oxidation-Reduction Potential atau ORP. Data pengukuran dapat dipantau melalui website control and monitoring.

Pengujian menunjukkan plasma-activated water berkonsentrasi 4 mg/L dapat digunakan sebagai perlakuan preventif. Plasma-activated water menunda kemunculan gejala penyakit rata-rata selama 9,0 hari setelah inokulasi.

Pengembangan dilakukan mahasiswa lintas bidang dari Undip. Kolaborasi mencakup bidang Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Kimia, dan Agribisnis.

Prototipe NUTRIPLAS telah difabrikasi dan menjalani pengujian kelistrikan serta pengujian pada tanaman. Pengujian dilakukan deperlakuan plasma-activated water dengan fungisida mancozeb.

Inovasi tersebut diharapkan bisa menjadi alternatif teknologi pengendalian penyakit tanaman yang ramah lingkungan dan mendukung keberlanjutan budidaya bawang merah nasional.

ACN/Indah/RED

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles