ACTUALNEWS.ID, JAKARTA – Upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak terus diperkuat melalui program Srikandi Care – Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak bertema “Bersama Lawan Gizi Buruk, Bangun Masa Depan Cerah” di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat.
Program yang dilaksanakan selama empat minggu pada November–Desember 2025 tersebut menyasar ibu hamil dan balita, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian dalam pemenuhan kebutuhan gizi.
Kegiatan Srikandi Care tidak hanya memberikan edukasi mengenai gizi seimbang, tetapi juga menyalurkan paket makanan bergizi kepada ibu hamil dan balita selama empat minggu. Penerima manfaat turut mendapatkan pendampingan serta pemantauan kondisi kesehatan dan perkembangan gizi.
Melalui edukasi dan pendampingan, para ibu diberikan pemahaman mengenai kebutuhan gizi, pemilihan bahan makanan, prinsip gizi seimbang, hingga cara menyiapkan makanan yang sesuai dengan kebutuhan ibu hamil dan balita.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan keluarga dalam menyediakan makanan bergizi secara berkelanjutan di rumah.
Lurah Tegal Alur Apresiasi Program Srikandi Care
Lurah Tegal Alur, Ahmad Baihaqi, mengatakan program tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat karena tidak sebatas memberikan bantuan makanan, tetapi juga mendorong peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi.
“Kegiatan ini sangat berguna sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku ibu dalam pemenuhan gizi balita. Kami berharap kebiasaan positif yang diperoleh selama pendampingan dapat terus diterapkan oleh ibu dan keluarga setelah program berakhir,” ujar Ahmad Baihaqi.
Selain pemberian makanan bergizi dan edukasi, kondisi balita penerima manfaat juga dipantau untuk melihat perkembangan berat badan serta status gizinya.
Ahli Gizi Puskesmas Tegal Alur, Nandia, menjelaskan bahwa sebelum intervensi dilakukan, 100 persen balita sasaran memiliki status gizi berdasarkan indikator berat badan menurut umur (BB/U) dalam kategori berat badan kurang.
Setelah menjalani intervensi selama empat minggu, hasil pemantauan menunjukkan 70 persen balita mengalami kenaikan berat badan, sementara 38 persen mengalami perubahan status gizi berdasarkan indikator BB/U menjadi normal.
Perkembangan balita juga terus dipantau setelah program berakhir. Pada pemantauan tiga bulan pascaintervensi, tercatat 51,8 persen balita mengalami kenaikan berat badan, sedangkan 48 persen telah memiliki status gizi BB/U dalam kategori normal.
“Hasil pemantauan menunjukkan adanya perkembangan positif pada balita setelah mendapatkan intervensi. Kenaikan berat badan dan perubahan status gizi menjadi normal merupakan hal yang baik. Namun, pemantauan pertumbuhan tetap perlu dilakukan secara berkala dan didukung dengan pemenuhan gizi yang baik di lingkungan keluarga,” jelas Nandia.
Bangun Kebiasaan Gizi Sehat dalam Keluarga
Program Srikandi Care dirancang agar manfaatnya tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Pemberian paket makanan bergizi selama empat minggu membantu memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat selama masa intervensi, sementara edukasi dan pendampingan menjadi bekal bagi ibu dan keluarga untuk menerapkan kebiasaan positif secara mandiri di rumah.
Bagi balita, pemenuhan kebutuhan gizi yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Sementara bagi ibu hamil, asupan gizi yang cukup dan seimbang diperlukan untuk mendukung kesehatan ibu serta perkembangan janin.
Melalui kolaborasi Srikandi PLN, Puskesmas Tegal Alur, kader posyandu, Pemerintah Kelurahan Tegal Alur, serta keluarga penerima manfaat, program ini diharapkan dapat memperkuat upaya bersama dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Srikandi Care menjadi bagian dari komitmen menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, bukan hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga peningkatan pengetahuan, perubahan perilaku, dan penguatan kesadaran keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi ibu dan anak.
Dengan semangat “Bersama Lawan Gizi Buruk, Bangun Masa Depan Cerah”, program tersebut diharapkan dapat berkontribusi menciptakan keluarga yang lebih sehat sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
ACN/RED
