ACTUALQNEWS.IS,VTANG AQERANG, BANTEN — Pembangunan Museum Aria Wangsakara di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, resmi ditandai dengan kegiatan peletakan batu pertama. Momentum tersebut menjadi langkah penting dalam upaya menjaga, merawat, dan memperkenalkan sejarah serta budaya daerah kepada generasi penerus.
Kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Museum Aria Wangsakara mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai unsur pemerintahan, TNI, legislatif, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, tokoh budaya, serta masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Pagedangan, H. Daniel Ramdhani, S.Sos., S.IP., M.Si., Mayor Inf. Khoiril Anwar dari Koramil Legok–Pagedangan, serta Firman Maulan, Anggota Komisi III DPRD, bersama sejumlah tokoh dan unsur masyarakat lainnya.
Ketua PAC LSM HARIMAU Kecamatan Pagedangan, Hery Purnomo/Araydi, beserta jajaran juga turut hadir memberikan dukungan terhadap pembangunan museum yang diharapkan dapat menjadi pusat edukasi sejarah dan budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Hadir pula KH Baequni Yasin, Sohib selaku Lurah Lengkong, serta Adi Lodong selaku Ketua Pendekar Banten beserta jajaran. Kehadiran dalam kegiatan tersebut semakin memperlihatkan semangat kebersamaan, termasuk partisipasi dan dukungan dari ibu-ibu PKK se-Desa Lengkong Kulon.
Kegiatan tersebut juga terlaksana atas peran serta dan kerja sama panitia pelaksana. Sopian Hadi selaku Penanggung Jawab Panitia Pelaksanaan Acara beserta jajaran, turut mengawal dan mempersiapkan rangkaian kegiatan hingga pelaksanaan peletakan batu pertama Museum Aria Wangsakara dapat berlangsung dengan baik.
Kebersamaan antara unsur pemerintahan, TNI, legislatif, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, tokoh budaya, panitia pelaksana, PKK, serta masyarakat menjadi gambaran bahwa pelestarian sejarah dan budaya merupakan tanggung jawab bersama.
Museum Aria Wangsakara nantinya diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan peninggalan sejarah, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat dan generasi muda untuk mengenal perjuangan para tokoh, memahami perjalanan sejarah daerah, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dan identitas Tangerang dan Banten.
Ketua PAC LSM HARIMAU Kecamatan Pagedangan, Hery Purnomo/Araydi, menyampaikan bahwa sejarah harus terus dirawat dan dijaga agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
«“Sejarah adalah identitas. Apa yang kita bangun hari ini bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk generasi yang akan datang, agar mereka dapat mengenal, memahami, dan menghargai sejarah daerahnya.”»
Peletakan batu pertama Museum Aria Wangsakara menjadi simbol dimulainya pembangunan sekaligus harapan bersama untuk terus merawat jejak perjuangan dan sejarah. Kehadiran museum ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan sejarah serta melestarikan budaya Tangerang dan Banten.
Hadir dan Memberikan Dukungan:
- H. Daniel Ramdhani, S.Sos., S.IP., M.Si. — Camat Pagedangan
- Mayor Inf. Khoiril Anwar — Koramil Legok–Pagedangan
- Firman Maulan — Anggota Komisi III DPRD
- Hery Purnomo/Araydi — Ketua PAC LSM HARIMAU Pagedangan beserta jajaran
- KH Baequni Yasin
- Sohib — Lurah Lengkong
- Adi Lodong — Ketua Pendekar Banten beserta jajaran
- Sofian Hadi — Penanggung Jawab Panitia Pelaksanaan Acara beserta jajaran
- Ibu-ibu PKK se-Desa Lengkong Kulon
- Serta sejumlah tokoh dan unsur masyarakat lainnya
Pembangunan Museum Aria Wangsakara diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga warisan sejarah, memperkuat identitas daerah, serta menghadirkan ruang pembelajaran bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang.
Salam Cengkram!
LSM HARIMAU PAC PAGEDANGAN
ACN/Hapid/RED
