ACTUALNEWS.ID Medan,– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan terus berkomitmen memperkuat program pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kemandirian warga binaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan lahan secara optimal serta pengembangan program ketahanan pangan di lingkungan Lapas. Senin (24/8/2026).
Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, Lapas Kelas I Medan melaksanakan Peresmian Program Hidroponik dan Budidaya Ikan Air Tawar. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, serta sejumlah Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Medan dan sekitarnya.
Program hidroponik dan budidaya ikan air tawar merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang diarahkan untuk memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan. Selain menghasilkan produk pangan, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana pembelajaran yang dapat meningkatkan produktivitas, kreativitas, serta keterampilan warga binaan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, mengapresiasi langkah Lapas Kelas I Medan dalam mengoptimalkan lahan yang tersedia untuk mendukung program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian warga binaan.
“Ketahanan pangan harus kita bangun melalui pemanfaatan lahan yang ada secara produktif. Saya mengapresiasi jajaran Lapas Kelas I Medan yang terus mengembangkan hidroponik, budidaya ikan, dan berbagai komoditas pertanian. Saya berharap program ini tidak berhenti pada tahap peresmian, tetapi terus dikembangkan dan memberikan hasil yang nyata,” ujar Jalu Yuswa Panjang.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menyampaikan bahwa pengembangan program tersebut merupakan langkah strategis dalam menghadirkan kegiatan pembinaan yang tidak hanya produktif, tetapi juga memiliki nilai manfaat dan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Melalui program hidroponik dan budidaya ikan air tawar ini, kami ingin memberikan keterampilan yang nyata dan bermanfaat bagi warga binaan. Harapannya, keterampilan tersebut dapat menjadi bekal kemandirian serta memberikan nilai tambah ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Dengan dukungan dan sinergi jajaran Pemasyarakatan, Lapas Kelas I Medan berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai inovasi pembinaan yang adaptif dan berkelanjutan. Program tersebut diharapkan tidak hanya mendukung peningkatan keterampilan warga binaan, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan serta mewujudkan pembinaan Pemasyarakatan yang semakin produktif dan berdampak positif.ACN/RED
