Modern Karpet Bidik Pasar Proyek Besar, Produk Lokal Tantang Dominasi Impor

ACTUALNEWS.ID, JAKARTA — Pasar karpet untuk proyek berskala besar kian menjanjikan. Pembangunan dan renovasi gedung pemerintahan, perkantoran, hotel hingga tempat ibadah di berbagai daerah membuka ruang bisnis yang selama ini banyak dikuasai produk impor dan pemain besar dengan jaringan proyek yang telah mapan.

Peluang tersebut coba dimanfaatkan Modern Karpet, brand karpet di bawah PT Modern Gemilang Sejahtera yang berlokasi di Blok AA No. II-PP, Kompleks IKIP, Jalan Pendidikan VII, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Berangkat dari bisnis ritel, Modern Karpet dalam dua tahun terakhir mulai serius membidik pasar institusional. Bukan sekadar memasok produk, perusahaan ini mengambil peran dari proses pengadaan hingga pemasangan karpet di sejumlah proyek pemerintahan, hotel, perkantoran dan tempat ibadah di berbagai wilayah Indonesia.

Sejumlah proyek yang telah ditangani antara lain Kantor Penghubung Pemerintah Aceh, Puspotdirga TNI AU, World Capital Tower, kantor PT Multi Bintang Indonesia Tbk, serta Menara Palma.

Direktur Modern Karpet, Yosua Dearma Silalahi, menegaskan bahwa perusahaan tidak menjadikan label lokal atau impor sebagai satu-satunya ukuran dalam menentukan produk.

“Kami tidak selalu menganggap produk impor pasti lebih bagus dan produk lokal pasti lebih murah. Yang kami lihat adalah kebutuhan proyeknya seperti apa, lalu kami carikan produk yang paling sesuai,” ujar Yosua.

Dari Ritel ke Proyek Skala Besar

Perjalanan Modern Karpet memasuki pasar institusional tidak terjadi secara instan. Permintaan pelanggan ritel yang berkembang menjadi kebutuhan dalam skala lebih besar menjadi pintu masuk perusahaan ke dunia proyek.

Hotel Monopoly Bukittinggi pada 2024 menjadi salah satu titik penting yang mendorong Modern Karpet untuk semakin serius menggarap segmen tersebut.

Namun, menurut Yosua, karakter pasar proyek jauh berbeda dibandingkan bisnis ritel. Proyek membutuhkan perencanaan yang lebih presisi karena menyangkut volume material, jadwal pengiriman, kondisi lapangan hingga proses pemasangan.

“Kalau retail mungkin yang penting barang tersedia dan customer puas. Kalau proyek, semuanya harus lebih terukur, mulai dari jumlah barang, jadwal, kondisi lapangan, sampai pemasangannya,” katanya.

Bukan Sekadar Karpet, Konsistensi Warna Jadi Pertaruhan

Di balik tampilan karpet yang terlihat sederhana, proyek dengan luasan ribuan meter persegi menyimpan tantangan teknis yang tidak kecil.

Salah satunya adalah konsistensi warna dan motif.

Modern Karpet memastikan kebutuhan material dalam satu proyek berasal dari batch produksi yang sama. Langkah tersebut penting untuk mencegah perbedaan warna yang dapat terlihat jelas ketika karpet dipasang dalam satu ruangan dengan area yang sangat luas.

Tantangan semakin kompleks ketika proyek menyangkut tempat ibadah.

Arah shaf, sambungan antarkarpet, posisi tiang, pintu hingga pola pemasangan harus diperhitungkan secara detail. Di sisi lain, pekerjaan sering kali harus diselesaikan dalam waktu terbatas karena bangunan tetap digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Artinya, kesalahan kecil dalam pengukuran atau pemasangan dapat berdampak besar terhadap hasil akhir.

Pemerintah Tuntut Administrasi dan Presisi

Masuk ke proyek instansi pemerintah juga membawa tantangan berbeda. Proyek seperti Kantor Penghubung Pemerintah Aceh dan Puspotdirga TNI AU menuntut kepatuhan terhadap spesifikasi, volume pekerjaan hingga kelengkapan dokumen serah terima.

Bagi pemain yang baru masuk ke pasar institusional, kemampuan beradaptasi dengan standar administrasi dan prosedur proyek menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan.

Modern Karpet melihat profesionalisme tersebut sebagai modal untuk menembus pasar proyek yang selama ini relatif sulit dimasuki pemain baru.

Perusahaan tidak hanya dituntut menyediakan produk, tetapi juga harus mampu memastikan barang yang dikirim sesuai kebutuhan, tepat waktu, serta menghasilkan pekerjaan pemasangan yang memenuhi standar proyek.

Perluas Proyek, Jaga Kualitas

Ke depan, Modern Karpet berencana memperluas jangkauan proyek ke luar Jabodetabek secara bertahap.

Namun ekspansi tersebut tidak dilakukan sekadar mengejar jumlah proyek. Perusahaan terlebih dahulu menyiapkan distribusi dan pengawasan lapangan agar kualitas produk maupun layanan tetap konsisten di setiap daerah.

Yosua menilai industri lokal memiliki peluang besar untuk mengambil porsi lebih besar dalam proyek-proyek nasional. Tantangannya adalah mengubah persepsi bahwa produk lokal hanya unggul karena harga.

“Produk lokal sebenarnya punya kesempatan yang sangat besar untuk masuk ke proyek-proyek besar di Indonesia. Saya berharap ke depannya perusahaan lokal tidak hanya dilihat sebagai pilihan karena harganya lebih murah, tapi juga karena mampu bersaing dari sisi kualitas dan profesionalisme,” pungkasnya.

Modern Karpet kini mencoba membuktikan bahwa pemain lokal tidak harus sekadar menjadi pilihan alternatif. Dengan kualitas produk, ketepatan pengerjaan dan kemampuan memenuhi standar proyek, perusahaan lokal juga memiliki ruang untuk berhadapan langsung dengan pemain besar dan produk impor di pasar institusional.

Informasi lebih lanjut mengenai Modern Karpet dapat diakses melalui Instagram @modernkarpet atau situs web modernkarpet.com.

ACN/Indah/RED

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles