Pertemuan Internal DPC LAKI Jeneponto Jadi Momentum Penguatan Organisasi, Integritas, dan Kapasitas Anggota

ACTUALNEWS.ID JENEPONTO — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Jeneponto menggelar pertemuan internal bersama jajaran pengurus dan anggota dalam rangka memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas anggota dalam memahami persoalan hukum dan pengawasan masyarakat.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPC LAKI Kabupaten Jeneponto, SAFRI, S.Pd., M.Pd., MH., Daeng Ngerho, yang memberikan sejumlah arahan penting kepada seluruh anggota agar dalam menjalankan tugas organisasi senantiasa mengedepankan integritas, objektivitas, data, fakta, serta ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam arahannya, Safri menegaskan bahwa menjadi anggota LAKI tidak cukup hanya dengan mengenakan atribut organisasi maupun aktif turun ke lapangan.

Menurutnya, setiap anggota harus memiliki pengetahuan dasar mengenai hukum agar mampu menjalankan fungsi pengawasan secara bertanggung jawab.

Jangan hanya berani turun ke lapangan. Kita juga harus berani belajar hukum. Setiap persoalan yang kita hadapi harus kita lihat berdasarkan fakta, bukti, kewenangan, dan aturan hukum yang berlaku,” tegas Safri.»

Ia mengingatkan seluruh anggota agar tidak mudah mengambil kesimpulan terhadap suatu persoalan hanya berdasarkan informasi sepihak.

Setiap laporan masyarakat, kata Safri, harus terlebih dahulu diverifikasi dan dikaji secara objektif.

«“Kalau ada masyarakat datang membawa laporan, jangan langsung kita nyatakan siapa yang salah dan siapa yang benar. Kita pelajari dulu masalahnya, kita periksa faktanya, kita lihat bukti-buktinya, kemudian kita cari aturan hukumnya. Setelah itu baru kita menentukan langkah organisasi,” ujarnya.»

ANGGOTA DIMINTA RAJIN MEMBACA ATURAN

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPC LAKI Jeneponto juga meminta seluruh anggota membiasakan diri membaca dan memahami berbagai peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugas organisasi.

Beberapa dasar hukum yang perlu dipelajari antara lain UUD 1945, KUHP, KUHAP, peraturan mengenai pemberantasan tindak pidana korupsi, Administrasi Pemerintahan, Keterbukaan Informasi Publik, Pelayanan Publik, serta berbagai peraturan lain sesuai dengan permasalahan yang ditemukan di lapangan.

Safri menegaskan bahwa anggota tidak dituntut untuk langsung menjadi ahli hukum.

Namun, setiap anggota harus mempunyai kemauan untuk belajar dan tidak malu bertanya apabila belum memahami suatu persoalan.

«“Kita tidak harus langsung menjadi ahli hukum. Tetapi minimal kita harus memahami dasar-dasar hukum yang berkaitan dengan tugas kita. Kalau belum tahu, kita belajar. Kalau belum paham, kita diskusikan. Jangan merasa paling tahu,” katanya.»

LAKI DIMINTA KRITIS, TETAPI TETAP OBJEKTIF

Safri juga menekankan pentingnya menjaga nama baik dan kredibilitas organisasi.

Menurutnya, LAKI harus mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara kritis, namun tetap santun dan objektif.

Ia mengingatkan seluruh anggota agar tidak mudah terprovokasi, menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, maupun memberikan tuduhan tanpa dasar.

«“Kita bukan mencari-cari kesalahan orang. Kita hadir untuk melakukan pengawasan, pencegahan, edukasi, advokasi, dan membantu masyarakat memperoleh keadilan sesuai koridor hukum,” jelasnya.»

Ia juga menegaskan bahwa setiap tindakan organisasi harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun moral.

BUKAN SEKADAR BANYAK ANGGOTA

Lebih lanjut, Safri mengatakan bahwa kekuatan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggotanya.

Menurutnya, organisasi akan semakin kuat apabila anggotanya mempunyai integritas, pengetahuan, keberanian, serta kemampuan mempertanggungjawabkan setiap tindakan.

«“Organisasi yang kuat bukan hanya karena jumlah anggotanya banyak. Organisasi yang kuat adalah organisasi yang anggotanya memiliki integritas, pengetahuan, keberanian, dan mampu mempertanggungjawabkan setiap langkahnya,” ungkapnya.»

Karena itu, ia berharap seluruh anggota DPC LAKI Kabupaten Jeneponto tidak hanya aktif dalam kegiatan lapangan, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas diri dalam memahami persoalan hukum dan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

SETIAP LAPORAN AKAN DIKAJI BERSAMA

Dalam kesempatan tersebut, Safri juga membuka ruang komunikasi dan diskusi bagi seluruh anggota.

Apabila ditemukan persoalan di lapangan, anggota diminta membawa persoalan tersebut ke organisasi untuk dikaji bersama sebelum mengambil langkah.

«“Saya membuka ruang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota. Kalau menemukan persoalan di lapangan, jangan berjalan sendiri. Bawa ke organisasi, kita kaji bersama, kita lihat dasar hukumnya, kemudian kita tentukan langkah yang tepat,” tuturnya.»

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya DPC LAKI Kabupaten Jeneponto membangun organisasi yang lebih solid, disiplin, berintegritas, dan memiliki kapasitas dalam menjalankan fungsi pengawasan masyarakat.

Safri berharap seluruh anggota dapat menjaga nama baik LAKI serta menjalankan tugas organisasi dengan penuh tanggung jawab.

«“LAKI hadir bukan untuk mencari musuh. LAKI hadir untuk mengawal kepentingan masyarakat, melakukan pengawasan, memberikan edukasi, dan ikut menjaga agar pemerintahan berjalan sesuai dengan aturan,” pungkas Safri.»

Ia mengajak seluruh jajaran DPC LAKI Kabupaten Jeneponto untuk terus menjaga semangat perjuangan dan memperkuat komitmen dalam mengawal kepentingan masyarakat.

“Turun ke lapangan dengan keberanian, bekerja dengan kejujuran, berbicara berdasarkan fakta, dan bertindak berdasarkan hukum.”

Salam Perjuangan!
Salam Integritas!
Salam Anti Korupsi!

(Asriel)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles