ACTUALNEWS.ID, JAKARTA – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Barat kembali menunjukkan kiprahnya di tengah masyarakat. Bukan sekadar menggelar seremoni, Muhammadiyah Jakbar menjadikan rangkaian Semarak Milad Muhammadiyah ke-114 sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap kesehatan warga.
Kali ini, PDM Jakarta Barat menggelar Seminar Kesehatan Diabetes Melitus dan Cek Kesehatan Gratis di Aula Masjid Baitul Hikmah, Perguruan Muhammadiyah Tomang, Jalan Gelong Baru No. 23A, Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat. Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, Imron Sjahrin, S.Sos., M.Si., yang mewakili Wali Kota Jakarta Barat.
Dalam sambutannya, Imron menyampaikan permohonan maaf Wali Kota Jakarta Barat yang berhalangan hadir karena menjalankan agenda lain. Namun, ia menegaskan bahwa Pemkot Jakarta Barat memberikan apresiasi terhadap berbagai kegiatan sosial yang selama ini digelar PDM Jakarta Barat.
“Bu Wali Kota meminta maaf tidak bisa hadir karena ada kegiatan di tempat lain. Tapi Bu Wali Kota memberikan apresiasi penuh terhadap kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Barat,” ujar Imron.
Menurutnya, rangkaian kegiatan Semarak Milad Muhammadiyah ke-114 menunjukkan konsistensi Muhammadiyah dalam menghadirkan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Mulai dari Pawai Obor Tahun Baru Islam, Khitanan Gratis, Panen Sayur Gratis, Donor Darah Gratis, hingga Seminar Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis yang digelar di Perguruan Muhammadiyah Tomang.
“Ini merupakan kegiatan yang sangat positif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.
Perkuat Gerakan Muhammadiyah yang Menyentuh Masyarakat
Apresiasi serupa disampaikan Drs. Supriyadi Karsim, S.Ag., yang hadir mewakili Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta.
Ia memberikan apresiasi kepada PDM Jakarta Barat yang dinilai mampu mengemas rangkaian Milad Muhammadiyah ke-114 dengan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Rangkaian kegiatan tersebut akan terus bergulir hingga acara puncak Milad Muhammadiyah yang dijadwalkan berlangsung pada 14 November 2026.
Sementara itu, Ketua PDM Jakarta Barat Dr. Ir. H. Narmodo, M.Ag., menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari soliditas seluruh unsur Muhammadiyah Jakarta Barat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Ketua Panitia Pelaksana beserta seluruh jajaran yang tetap menunjukkan semangat tinggi dalam menyukseskan setiap agenda.
Narmodo juga secara khusus mengapresiasi keterlibatan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jakarta Barat yang selama ini aktif membantu berbagai kegiatan PDM Jakarta Barat.
“Terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir, terutama pengurus PDM, PDA dan Ortom Jakarta Barat, para pengurus PCM se-Jakarta Barat, serta masyarakat umum, khususnya warga sekitar Perguruan Muhammadiyah Tomang,” ujarnya.
Dari Seminar Kesehatan, Bergerak ke Aksi Lingkungan
Ketua Panitia Pelaksana, Drs. H. Nurhadi M. Musawir, SH., MM., MBA., turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan.
Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Ade Muhammad Fitri, Ketua PCM Tomang, beserta jajaran pengurus PCM Tomang yang telah membantu pelaksanaan rangkaian Semarak Milad Muhammadiyah ke-114.
Menurut Nurhadi, rangkaian kegiatan Muhammadiyah Jakarta Barat tidak berhenti pada isu kesehatan. Pekan berikutnya, PDM Jakarta Barat kembali mengajak masyarakat turun langsung dalam aksi lingkungan.
Agenda tersebut berupa penanaman bibit pohon dan pemilahan sampah di Hutan Kota Srengseng.
“Insya Allah pekan depan kegiatan selanjutnya dari Semarak Milad Muhammadiyah ini adalah tanam bibit pohon dan pilah sampah di Hutan Kota Srengseng. Kami mengundang Bapak dan Ibu untuk hadir bersama dalam kegiatan tersebut,” kata Nurhadi.
Rangkaian ini memperlihatkan bahwa Semarak Milad Muhammadiyah ke-114 di Jakarta Barat tidak hanya menjadi perayaan organisasi, tetapi diarahkan menjadi gerakan sosial yang menyentuh langsung persoalan masyarakat—mulai dari kesehatan, kepedulian sosial hingga lingkungan hidup.
(ACN/Redaksi)
