Brigjen TNI Markus Wibowo: Waktu Indonesia Cuma 20 Tahun, Generasi Emas Harus Disiapkan dari Sekarang

ACTUALNEWS.ID, JAKARTA – Indonesia tidak punya banyak waktu untuk menyiapkan generasi emas yang akan menjadi kekuatan utama bangsa di masa depan. Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Rehabilitasi Medik Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Dr. dr. Markus Wibowo, Sp.OT., MARS, menyebut sekitar dua dekade ke depan menjadi periode krusial untuk mempersiapkan anak-anak Indonesia yang saat ini masih berada pada usia balita.

Markus menegaskan, pembangunan generasi unggul tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Fondasi utama harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, dengan didukung sistem kesehatan yang kuat serta kolaborasi lintas sektor.

“Kalau kita melihat masa depan Indonesia, kita tinggal memiliki waktu sekitar 20 tahun untuk menyiapkan anak-anak Indonesia yang saat ini masih berusia tiga hingga lima tahun. Ketika mereka memasuki usia produktif, mereka harus benar-benar siap,” ujar Markus usai menghadiri kegiatan sinergi sejumlah tokoh nasional menuju Indonesia Emas di Ballroom APK Podomoro Tower, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Menurut Markus, keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas generasi masa depan. Karena itu, pembinaan anak harus dilakukan sejak dini melalui lingkungan keluarga sebelum diperkuat oleh institusi pendidikan, masyarakat dan negara.

“Pembinaan harus dimulai dari komunitas terkecil, yaitu keluarga,” tegasnya.

Kesehatan Jadi Fondasi Generasi Unggul

Markus mengatakan, sektor kesehatan menjadi salah satu fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.

Kementerian Pertahanan, kata dia, akan terus mendorong program kesehatan yang menitikberatkan pada aspek promotif dan preventif. Upaya tersebut dinilai lebih penting dilakukan sejak awal untuk menjaga kualitas kesehatan masyarakat dan mencegah munculnya persoalan kesehatan yang dapat menghambat produktivitas generasi mendatang.

“Harapannya kolaborasi seperti ini terus terjalin. Dengan sering bertemu dan berdiskusi, berbagai persoalan dapat dicarikan solusi bersama serta dikawal pelaksanaannya demi kepentingan masyarakat,” katanya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, organisasi dan berbagai elemen bangsa tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi diwujudkan dalam program nyata yang memberikan manfaat langsung.

“Pada akhirnya, semua upaya ini harus bermuara pada terwujudnya masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera dan bahagia,” ujarnya.

Markus Tegaskan Dukungan untuk Kampung Haji

Selain membahas persiapan generasi emas, Markus juga menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan Kampung Haji yang menjadi salah satu program pemerintah.

Menurutnya, program tersebut memiliki nilai strategis karena dapat mendukung peningkatan pelayanan bagi jemaah haji Indonesia.

“Itu sangat bagus. Kami tentu akan mendukung karena ini merupakan kepentingan bangsa, terutama untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada saudara-saudara kita yang melaksanakan ibadah haji. Kehadiran Kampung Haji juga akan memberikan nilai positif bagi Indonesia,” ujarnya.

Markus menilai pembangunan fasilitas yang berorientasi pada peningkatan pelayanan masyarakat merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji.

Formasi-IPHI Perkuat Sinergi

Sementara itu, Ketua Umum Forum Indonesia Emas (Formasi), Y. Handeja Budhisedjati, mengatakan kolaborasi antara Formasi dan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) diharapkan mampu memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mendukung program-program pemerintah menuju Indonesia Emas.

Menurut Handeja, sinergi tersebut menjadi langkah strategis untuk mengawal berbagai agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Sejumlah sektor menjadi fokus kolaborasi, antara lain ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan kualitas pelayanan bagi jemaah haji Indonesia.

“Kita membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen bangsa agar berbagai program strategis dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua Umum IPHI Dr. Ir. H. Erman Suparno, M.B.A., M.Si., Dewan Pembina Formasi Hashim Djojohadikusumo, Menteri Agama Nazaruddin Umar, Ketua Umum Formasi Y. Handeja Budhisedjati, Brigjen TNI Dr. dr. Markus Wibowo, Sp.OT., MARS, serta sejumlah tokoh nasional lainnya.

Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor dalam mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia sekaligus mengawal berbagai program strategis menuju terwujudnya Indonesia Emas.

ACN/Calista/Red

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles