Sukses! Pengibaran Bendera Milad Perak FBR ke-25 Tahun di Gunung Salak II & Bawah Laut Kepulauan Seribu

ACTUALNEWS.ID Jakarta, 30 Juli 2026 – Alhamdulillah, rangkaian kegiatan memperingati Milad Perak Forum Betawi Rempug (FBR) ke-25 Tahun berjalan sukses dan penuh khidmat. Bendera Milad Perak berhasil dikibarkan di dua titik ikonik: Puncak Gunung Salak II yang dijuluki para pendaki sebagai “Raja Terakhir”, dan di bawah laut Kepulauan Seribu.

Pendakian Tektok 10 Jam ke Puncak “Raja Terakhir”.Kegiatan pengibaran di gunung dilaksanakan melalui pendakian tektok PP 10 Jam, bertemu teman-teman Pendaki Ponpes Darul Ulum. Titik kumpul awal dilakukan di Basecamp Ajisaka sebelum rombongan bergerak bersama menuju puncak.

Medan Gunung Salak II yang dikenal ekstrem dan berkabut tebal tidak menyurutkan semangat. Dengan kekompakan dan doa bersama, bendera Milad Perak FBR berhasil dikibarkan di puncak sebagai simbol semangat, persatuan, dan pengabdian FBR selama 25 tahun.

Pengibaran Bendera di Bawah Laut Kepulauan Seribu

Tidak hanya di gunung, semangat Milad Perak juga dibawa ke kedalaman laut. Aksi underwater pengibaran bendera dilaksanakan di kawasan Kepulauan Seribu.

Kegiatan ini diikuti oleh Pendaki Legend Pakde Latif bersama Tim FBRTv Official: Dd dan Ikbal. Pengibaran bendera di bawah laut menjadi simbol bahwa semangat FBR menjangkau darat, laut, dan udara, serta wujud kepedulian terhadap kelestarian alam Indonesia.

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud syukur dan ikhtiar FBR untuk terus hadir memberi manfaat bagi masyarakat.

“Gunung mengajarkan kita tentang kesabaran dan kebersamaan. Laut mengajarkan tentang kedalaman makna pengabdian. Semoga di usia 25 tahun ini, FBR semakin solid, bermanfaat, dan menjadi rumah untuk semua,” ujar Dao

25 tahun bukanlah sekadar angka statistik, tapi bukti keteguhan dan keistiqomahan dalam menjaga sanad perjuangan dan semangat kerempugan. Teruslah menjadi oase di tengah arus perubahan kota. “Merawat Akar, Merajut Masa depan. Dua puluh lima tahun perjalanan, untaian doa senaniasa terpanjatkan. Mengikuti jejak para ulama, merawat warisan tradisi dan budaya, merajut tenun kebangsaan serta menjaga harmoni sosial demi masa depan yang lebih baik.

ACN/Dd/RED

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles