ACTUALNEWS.ID Yogyakarta, 21 Juli 2026 – Semangat membangun kemandirian ekonomi organisasi terus diperkuat oleh kader Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM). Pada Selasa, 21 Juli 2026, bertempat di Bale Marhaen, Kampung Pengok, Kota Yogyakarta, telah tercapai kesepahaman bersama antara kader GPM Kalimantan Barat yang diwakili oleh Bung Andre, selaku Ketua GPM Kabupaten Sintang, dengan Antonius Fokki Ardiyanto, S.IP, Sekretaris GPM DIY sekaligus Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga DPP GPM.
Kesepahaman tersebut merupakan hasil dari proses komunikasi dan diskusi yang intensif melalui dua kali pertemuan yang diikuti oleh sejumlah kader GPM dari Daerah Istimewa Yogyakarta maupun Kalimantan Barat. Setelah melalui pembahasan yang panjang dan mendalam, kedua belah pihak sepakat membangun kerja sama ekonomi sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian dan keberlanjutan organisasi.
Kerja sama yang disepakati difokuskan pada pengembangan jaringan pemasaran produk rokok yang diproduksi di DIY untuk dipasarkan di wilayah Kalimantan Barat dengan konsep sharing jaringan, yaitu saling memanfaatkan dan mengembangkan jaringan kader di masing-masing daerah guna menciptakan manfaat ekonomi bersama.
Antonius Fokki Ardiyanto menyampaikan bahwa GPM tidak hanya harus hadir sebagai organisasi kader yang bergerak di bidang ideologi dan perjuangan sosial-politik, tetapi juga harus mampu membangun basis ekonomi yang kuat agar organisasi semakin mandiri.
“Kerja sama ini merupakan langkah awal untuk membangun gerakan ekonomi kader. Dengan semangat gotong royong dan sharing jaringan, kami berharap kerja sama ini mampu memberikan manfaat ekonomi bagi kader sekaligus memperkuat eksistensi GPM di DIY maupun Kalimantan Barat,” ujar Antonius Fokki Ardiyanto.
Sementara itu, Bung Andre menyambut baik kesepahaman tersebut dan menyatakan kesiapan GPM Kabupaten Sintang beserta jaringan kader di Kalimantan Barat untuk mengembangkan pasar dan mendukung implementasi kerja sama yang telah disepakati.
Sebagai tindak lanjut dari kesepahaman bersama ini, kedua belah pihak akan segera menyusun langkah-langkah teknis, termasuk mekanisme distribusi, pemasaran, serta pengembangan jaringan usaha agar kerja sama bisnis tersebut dapat segera direalisasikan.
Melalui inisiatif ini, GPM berharap lahir model pemberdayaan ekonomi kader yang dapat direplikasi di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan organisasi yang mandiri, solid, dan berdaya saing.ACN/RBT/RED
Sumber Antonius Fokki Ardiyanto, S.IP
Sekretaris DPD GPM DIY
Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga DPP GPM
