ActualNews-Sumatera Utara, 22 Juni 2026 – Upaya peningkatan kualitas pendidikan inklusif terus dilakukan melalui penguatan kompetensi guru di sekolah luar biasa (SLB). Hal ini terlihat dalam kegiatan Workshop SLB Negeri Gunungsitoli yang menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, praktisi pendidikan, dan instansi pemerintah.
Salah satu narasumber yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah Justin Foera-era Lase, S.Tr.Sos., Sp.P.S.P.D., C.PS., C.MTr., dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Nias. Dalam kesempatan tersebut, ia membawakan dua materi penting yang berkaitan langsung dengan praktik pendidikan di sekolah.
Materi pertama mengangkat tema pembangunan hubungan positif antara guru dan peserta didik. Justin menegaskan bahwa kualitas interaksi antara guru dan siswa merupakan fondasi utama dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, khususnya bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Menurutnya, hubungan yang hangat dan penuh empati akan membantu siswa merasa aman, diterima, dan lebih mudah berkembang.
Selanjutnya, pada materi kedua yang berjudul Pengelolaan Perilaku dan Dukungan Kesehatan Mental Peserta Didik serta Kolaborasi Guru, Orang Tua, dan Tenaga Profesional, Justin menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam menangani kebutuhan anak. Ia menjelaskan bahwa tantangan perilaku dan kesehatan mental tidak dapat diselesaikan hanya oleh guru di sekolah, tetapi membutuhkan kerja sama yang kuat antara sekolah, orang tua, dan tenaga ahli.
“Pendidikan inklusif tidak hanya soal akses belajar, tetapi juga memastikan anak mendapatkan dukungan emosional dan sosial yang tepat,” ungkapnya.
Selain Justin, workshop ini juga menghadirkan sejumlah narasumber lain, di antaranya Senikariwati Laiya, M.A., M.Psi., Psikolog, yang membahas karakteristik dan perkembangan psikologis peserta didik berkebutuhan khusus. Materi lainnya disampaikan oleh perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII, yang mengulas implementasi pembelajaran inklusif di satuan pendidikan, serta Dinas Sosial Kota Gunungsitoli yang menjelaskan dukungan pemerintah dalam perlindungan dan layanan bagi anak berkebutuhan khusus.
Kepala SLB Negeri Gunungsitoli Eka Karsa Suryani Zendrato, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman guru dalam memberikan layanan pendidikan yang lebih manusiawi, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan setiap anak.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam proses pembelajaran sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang lebih inklusif dan ramah bagi semua peserta didik. Melalui kegiatan ini, SLB Negeri Gunungsitoli menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, humanis, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik. Penguatan kompetensi guru diharapkan dapat berdampak langsung pada terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, serta kemandirian peserta didik berkebutuhan khusus.
