Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli Jawab Tantangan Generasi Stroberi Melalui Pelatihan BK dan Karakter bagi Guru SMP

Gunungsitoli, 11 Juni 2026 – Di tengah semakin kompleksnya tantangan pendidikan abad ke-21, Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan guru yang tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga membimbing dan membentuk karakter peserta didik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Bimbingan Konseling (BK) dan Penguatan Karakter bagi Guru Jenjang SMP se-Kota Gunungsitoli Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 9–11 Juni 2026, di Gedung A’Luck Gunungsitoli.

Kegiatan yang diikuti oleh 68 guru BK dan guru mata pelajaran SMP ini resmi ditutup oleh Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, Arlin Kurniaman Laoli, S.Kom.

Dalam arahannya, Arlin menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis Dinas Pendidikan dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan masa kini, khususnya dalam menghadapi karakteristik peserta didik yang sering disebut sebagai generasi stroberi. Generasi yang dikenal memiliki banyak potensi, kreativitas, dan kecerdasan, namun juga rentan terhadap tekanan, mudah terpengaruh lingkungan, serta membutuhkan pendampingan yang lebih intensif dalam pembentukan karakter.

“Sekolah tidak cukup hanya berfokus pada capaian akademik. Guru harus mampu menjadi pembimbing yang membantu peserta didik memahami dirinya, mengelola emosinya, membangun karakter positif, dan menemukan potensi terbaik yang dimilikinya. Karena itu, pelatihan ini menjadi sangat penting dan relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini,” ujarnya.

Menurutnya, keberanian Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli menghadirkan pelatihan yang berfokus pada bimbingan konseling dan karakter merupakan bentuk respons nyata terhadap berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan pendidikan, mulai dari menurunnya ketahanan mental peserta didik, pengaruh media sosial, perilaku perundungan, hingga tantangan dalam membangun karakter generasi muda.

Lebih lanjut, ia berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing dengan mengimbaskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan kepada rekan sejawat sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi peningkatan mutu pendidikan di Kota Gunungsitoli.

Mewakili peserta, Libertina Gea, S.Pd. dari UPTD SMP Negeri 4 Gunungsitoli menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli yang telah menghadirkan pelatihan yang dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan guru saat ini.

“Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang bagaimana memahami karakter peserta didik masa kini serta cara melakukan pendampingan yang lebih efektif. Materi yang diberikan sangat aplikatif dan dapat langsung diterapkan di sekolah. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan kedua narasumber yang telah memberikan pembelajaran yang sangat berharga,” ungkapnya.

Sementara itu, mewakili narasumber, Destin Ricardo Lase, M.Pd., mengajak seluruh guru untuk terus mengedepankan pendekatan yang humanis dalam mendidik.

“Generasi stroberi bukan generasi yang lemah, tetapi generasi yang membutuhkan pendekatan yang tepat. Mereka membutuhkan guru yang hadir bukan hanya dengan ilmu, tetapi juga dengan hati. Ketika guru mampu mendengarkan, memahami, dan membimbing, maka sekolah akan menjadi tempat tumbuh yang aman dan bermakna bagi peserta didik,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, Atisama Zega, S.Pd., M.M., mengumumkan lima peserta terbaik selama pelaksanaan pelatihan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi, kedisiplinan, dan kontribusi aktif mereka dalam setiap sesi kegiatan. Adapun lima peserta terbaik tersebut adalah:

Fourmas Juwita Zebua, S.Pd – SMP Negeri 2 Dharma Caraka Gunungsitoli Selatan; Krisnawati Lase, S.Pd. – UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli Utara; Yastina Warasi, S.Th., M.Pd. – UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli; Fadillah Nisa Caniago, S.Pd. – SMP Muhammadiyah 32 Gunungsitoli; Christine Debora, S.Psi. – SMP Swasta Lentera Harapan

Pelatihan ini menghadirkan dua dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Nias, yakni Justin Foera-era Lase, S.Tr.Sos., Sp.P.S.P.D. dan Destin Ricardo Lase, S.Fil., M.Pd., yang membawakan materi terkait paradigma baru BK, 7 Jurus Guru Hebat, penguatan karakter, pendidikan inklusif, serta strategi pendampingan peserta didik di era modern.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli kembali menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, kesehatan mental, dan pengembangan potensi peserta didik. Langkah ini menjadi investasi penting dalam mempersiapkan generasi muda Kota Gunungsitoli yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles