ACTUALNEWS.ID Mukomuko – Perwakilan petani sawit dari Kecamatan Pondok Suguh dan Sungai Rumbai menemui Bupati Mukomuko Chairul Huda di ruang kerja Bupati, Senin 26 Mei 2026. Kedatangan mereka untuk meminta kejelasan dan sosialisasi terkait rencana penyitaan lahan sawit warga oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH)
Sebanyak 10 orang perwakilan dari dua kecamatan tersebut hadir dalam pertemuan yang berlangsung dengan suasana kekeluargaan.
Perwakilan petani, Zuhur, mengatakan Bupati menyambut baik kedatangan warga dan menunjukkan respons yang dinilai berpihak pada masyarakat.
“Masyarakat Pondok Suguh dan Sungai Rumbai sangat bergantung pada penghasilan dari kebun sawit untuk kebutuhan hidup, termasuk biaya sekolah anak,” ujar Zuhur.

Ia menambahkan, pihaknya akan mengambil langkah lanjutan dengan menyampaikan sengketa lahan dengan Satgas PKH ke DPRD Mukomuko dan Kementerian terkait.
Menurut Zuhur, tokoh masyarakat yang juga menjabat sebagai Ketua LSM Amanah Mukomuko, lahan sawit milik warga tersebut sudah turun-temurun dikelola masyarakat Kecamatan Pondok Suguh dan Sungai Rumbai.
“Lahan ini bukan baru dibuka. Sudah turun-temurun jadi sumber hidup warga di sini,” ujar Zuhur.
Zuhur memperkirakan luas kebun sawit milik warga di dua kecamatan itu mencapai ribuan hektare. Rata-rata, setiap warga memiliki kebun sawit seluas 2 hingga 3 hektare per kepala keluarga.
Sementara itu, tokoh masyarakat Sungai Rumbai, Ridwan, menyampaikan bahwa Bupati Chairul Huda menyatakan akan mendampingi warga sesuai dengan kewenangannya.
Pertemuan ini menjadi upaya awal warga untuk mencari jalan keluar agar aktivitas berkebun sawit yang menjadi sumber utama penghidupan mereka tidak terhenti akibat penertiban kawasan hutan.ACN/RED
(Sumber Mus Ketua PPWI Mukomuko)
