Peringati Hari Pendidikan Nasional, Putera Sampoerna Foundation DorongKolaborasi Lintas Sektor untuk Transformasi Pendidikan Berkelanjutan

ACTUALNEWS.ID, Jakarta, 13 Mei 2025 – Putera Sampoerna Foundation (PSF) memperingati Hari Pendidikan Nasional sekaligus 25 tahun perjalanannya berkontribusi untuk pendidikan Indonesia melalui penyelenggaraan PSF Education Summit: Transforming Lives, Shaping the Future. Melalui kegiatan yang mempertemukan pemerintah, komunitas pendidikan, penerima manfaat, hingga pelaku industri pendidikan dan teknologi ini, PSF mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat akses dan kualitas pendidikan yang lebih inklusif serta berkelanjutan di Indonesia.
Berdasarkan data World Bank – Education Equity in Indonesia, masih banyak siswa berpotensi tinggi yang belum mendapatkan kesempatan optimal untuk berkembang, salah satunya akibat kualitas dan akses pendidikan yang belum merata, terutama di daerah dengan keterbatasan sumber daya. Di sisi lain, akses ke pendidikan tinggi juga masih menjadi tantangan. Data Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS) menunjukkan bahwa Gross Enrollment Ratio (GER) pendidikan tinggi Indonesia baru mencapai 32,89% pada 2025, yang berarti lebih dari separuh kelompok usia kuliah masih belum mengenyam pendidikan tinggi. Kesenjangan ini semakin dirasakan oleh kelompok berpenghasilan rendah, siswa dari daerah, serta generasi pertama yang melanjutkan pendidikan ke universitas.
Turut hadir mewakili Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Kepala Seksi Pendidik Bidang PTK Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Juwarto, yang menyampaikan apresiasi atas upaya dan komitmen PSF dalam memajukan pendidikan di Indonesia, termasuk di DKI Jakarta. “Saat ini, pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tapi juga membutuhkan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan masyarakat. Di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat, guru tetap menjadi kunci utama transformasi pendidikan. Lebih dari sekadar menyampaikan pengetahuan, guru hadir dengan hati untuk membimbing setiap siswa menjadi pemenang di masa depan,” ujar Juwarto.
Melalui kegiatan ini, PSF menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan Indonesia melalui pendidikan yang memberdayakan sebagai kunci untuk mentransformasi kehidupan sekaligus membentuk masa depan generasi penerus bangsa. Melalui perluasan akses pendidikan berkualitas, penguatan kapasitas guru, serta kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan, PSF terus berupaya mendorong terciptanya dampak nyata bagi pendidikan Indonesia.
Juliana selaku Head of Program & GuruBinar PSF-SDO menyatakan, “Pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Untuk mewujudkan transformasi yang menyeluruh dan berkelanjutan, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas pendidikan perlu terus diperkuat agar dampaknya semakin luas dan merata. Di saat yang sama, pengembangan kapasitas guru juga harus terus ditingkatkan, karena guru merupakan kunci utama dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas.”
PSF meyakini bahwa ketika kehidupan ditransformasi melalui pendidikan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga meluas dan membentuk masa depan yang lebih baik bagi masyarakat dan bangsa. Komitmen ini terus diwujudkan secara konsisten selama 25 tahun melalui pemberian lebih dari 53 ribu beasiswa serta program pengembangan guru yang telah menjangkau lebih dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.
Salah satu dampak nyata dari upaya pemerataan akses pendidikan ini dirasakan langsung oleh Tinton Galih Yudhianto, Director of Partnership & Communications Konservasi Indonesia, yang merupakan penerima beasiswa PSF untuk jenjang S1 di Universitas Airlangga pada tahun 2002.
“Bagi saya, pendidikan adalah ‘paspor’ untuk meraih kehidupan yang lebih baik, bukan hanya dari segi pengetahuan, tetapi juga cara berpikir dan karakter. Kesempatan menerima beasiswa PSF dan menempuh pendidikan tinggi membantu saya melihat dunia dengan lebih luas, berpikir lebih kritis, dan lebih percaya diri. Selain itu, saya juga mendapat dukungan dari mentor, teman, dan komunitas untuk terus berkembang. Pengalaman ini membuktikan bahwa latar belakang ekonomi bukanlah batas untuk melangkah lebih jauh,” ujar Tinton.
Sementara itu, upaya memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan perlu berjalan secara beriringan. Dampak dari penguatan kapasitas pendidik ini juga dirasakan oleh Iswatul Khoiriyah, S.Pd.SD, Kepala Sekolah SDN Temas 02 Kota Batu yang menerima beasiswa pelatihan guru PSF melalui GuruBinar. “Mengikuti pelatihan dari PSF memberi saya banyak wawasan baru yang saya terapkan di kelas. Bagi saya, mengajar bukan sekadar tentang siapa muridnya, tetapi bagaimana mempersiapkan mereka untuk 10 tahun ke depan dengan sepenuh hati. Di era digital ini, saya juga mendorong siswa untuk berpikir kreatif agar siap menghadapi dunia kerja di masa depan,” ungkap Iswatul.
Selain kolaborasi lintas pihak serta upaya pemerataan akses dan kualitas, pemanfaatan teknologi pendidikan (education technology) kini semakin berperan penting dalam mendukung proses belajar yang lebih adaptif dan mampu menjangkau lebih banyak peserta didik di era saat ini. Waitatiri, penulis buku dan CMO Smartick Indonesia, membagikan pengalamannya dalam mengembangkan berbagai inisiatif di bidang pendidikan, khususnya bidang teknologi pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan generasi masa depan.
“Pendidikan adalah fondasi dari berbagai capaian hidup yang manfaatnya melampaui ruang kelas. Titik balik saya terjadi pada masa pandemi 2020, saat saya menginisiasi ‘Ponsel untuk Sekolah’ untuk membantu anak-anak yang belum memiliki akses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sejak itu, saya terus bergerak mengembangkan solusi pembelajaran. Saya percaya, di masa depan yang semakin digital, penting bagi kita untuk membekali anak-anak agar mampu berpikir kritis dan menggunakan teknologi dengan bijak,” jelas Waitatiri.
Selain forum diskusi, rangkaian acara ini turut diperkuat dengan sesi Workshop Strategi Pembelajaran bertajuk “Kolaborasi dan Visualisasi Pembelajaran di Era Digital” yang berfokus pada penguatan kapasitas guru agar dapat mengajar dengan lebih cerdas, efisien, dan berdampak.
“Kami berharap acara ini dapat menjadi ruang untuk memperkuat dialog dan kolaborasi dalam mendorong kemajuan pendidikan di Indonesia. Melalui momentum 25 tahun PSF dan peringatan Hari Pendidikan Nasional, PSF akan terus melanjutkan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan di Indonesia,” tutup Juliana.

ACN/INDAH/RED

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles