ACTUALNEWS.ID, Semarang — Persoalan kesenjangan antara lulusan dan kebutuhan industri kembali menjadi sorotan dalam kegiatan Diskusi Seputar Kompetensi (DIMENSI 1) yang diselenggarakan oleh DPD IASPRO Jawa Tengah sebagai bagian dari penguatan ekosistem kompetensi nasional.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari forum Ngopi Kompas (Ngobrol Pintar seputar Kompetensi Asesor ) yang sebelumnya telah mengangkat berbagai isu strategis terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
DIMENSI 1 merupakan inisiatif DPP IASPRO yang berkolaborasi dengan PMAI (Perkumpulan Master Asesor Indonesia) dan PSPI, serta dalam pelaksanaannya dikoordinasikan oleh DPD IASPRO Jawa Tengah
Dibuka Resmi oleh BNSP, Satukan Regulator hingga Industri
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Syamsi Hari, yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas stakeholder dalam membangun sistem kompetensi yang kredibel dan berdaya saing.
Forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan strategis, di antaranya:
Aji Martono (komisioner BNSP)
Budi Cahyono (Perwakilan Industri)
Irwan Sudaryanto (Perwakilan Forum HRD)
Dwi Ari Astuti (Dinas ker
Fikri Kurniakiki
Dyah Setyaningrum (Perwakilan Perguruan Tinggi)
Azsrial Tatang ( Dewan.
Muhammad Daffa Ardian
Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan bahwa DIMENSI bukan sekadar forum diskusi,
melainkan ruang strategis untuk menyatukan perspektif regulator, pelaksana, asesor, akademisi, hingga industri sebagai pengguna SDM.
.engupas 8 Isu Kritis SDM Indonesia
DIMENSI 1 secara komprehensif membahas delapan isu utama yang selama ini menjadi tantangan dalam pengembangan SDM nasional:
Kesenjangan lulusan dengan kebutuhan industri
Makna dan nilai strategis sertifikasi kompetensi
Integritas dan kredibilitas proses asesmen
Implementasi link and match yang belum konsisten
Kualitas dan profesionalisme asesor
Keseimbangan kuantitas dan kualitas sertifikasi di LSP
Efektivitas kolaborasi lintas lembaga
Kesiapan SDM menghadapi AI dan masa depan kerja
Diskusi berlangsung dinamis dengan pendekatan langsung pada isu, tanpa paparan formal, sehingga menghasilkan dialog yang lebih fokus, tajam, dan berbasis realita lapangan.
Penguatan Perspektif Teknologi
Kegiatan ini juga diperkaya dengan paparan mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence dalam problem solving oleh Muhammad Daffa Ardian, yang menyoroti peran teknologi dalam mendukung asesmen dan pengembangan kompetensi SDM.
Output Nyata: Rekomendasi Kesepakatan Bersama
Berbeda dari forum diskusi pada umumnya, DIMENSI 1 menghasilkan rekomendasi kesepakatan bersama (policy brief) yang ditandatangani oleh seluruh narasumber sebagai bentuk komitmen lintas stakeholder.
Rekomendasi ini menjadi:
Arah strategis penguatan sistem kompetensi nasional
Dasar penguatan kolaborasi antar lembaga
Panduan peningkatan kualitas SDM yang relevan dengan kebutuhan industri
🚀 Menuju SDM Indonesia yang Siap Kerja dan Siap Masa Depan
DIMENSI 1 menegaskan bahwa penguatan SDM tidak dapat dilakukan secara parsial.
Diperlukan sinergi nyata antara pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan industri.
Forum ini juga menegaskan bahwa tantangan ke depan bukan hanya menghasilkan lulusan yang “lulus”,
tetapi memastikan mereka benar-benar “layak kerja, adaptif, dan dipercaya industri.”
✨ Penutup
Sebagai tindak lanjut dari Ngopi Kompas, DIMENSI 1 menjadi langkah konkret dalam menyatukan gagasan menjadi aksi.
DIMENSI bukan sekadar diskusi—
melainkan ruang untuk shaping the future:
merumuskan arah, menyelaraskan peran, dan membangun SDM Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.
ACN/RED
