Actualnews.id Jakarta -English 1 adalah lembaga kursus bahasa Inggris untuk anak usia 3-18 tahun di Indonesia yang bertransformasi dari EF Kids & Teens dan telah dikenal serta dipercaya selama 30 tahun.
Melalui transformasi dan pendekatan yang lebih segar, English 1 menunjukkan komitmen kuatnya untuk menjadi lembaga belajar yang tetap mengutamakan kualitas, kepercayaan dan sistem pembelajaran unggul dengan menghadirkan program pengajaran dan layanan yang tidak hanya memuaskan, tetapi juga bermakna baik bagi peserta didik maupun bagi orang tua.
Sebagai bagian dari perjalanan tersebut, English 1 meningkatkan standar layanan nasional, berkolaborasi secara komprehensif dengan The Bridge Academy.
The Bridge Academy yang telah banyak membantu organisasi dan perusahaan untuk meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan melalui program yang menyeluruh, mulai dari konsultasi, training, sertifikasi, dan riset di bidang customer experience (CX).
Menurut Lismaryanti, MM, CEO pakar praktisi CX wanita di Indonesia, dan juga CEO dari The Bridge Academy, di bidang pendidikan, kepuasan serta loyalitas siswa dan orang tua tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran. Namun, juga ditentukan oleh apa yang mereka rasakan selama perjalanannya di setiap titik interaksi, mulai dari interaksi awal, proses administrasi, hingga pendampingan belajar. Oleh sebab itu, CX menjadi penting di dunia pendidikan untuk mendorong kepercayaan dan menjadi suatu diferensiasi/pembeda unik dan tak tergantikan bagi bisnis/brand.
Kegiatan tersebut dilaksanakan tanggal 11-12 Februari 2026, English 1 bersama The Bridge Academy mengadakan program loka karya CX bertajuk Reinforcing Customer-centric Leadership & Strategic Relationships, yang dihadiri oleh 60 direktur regional, direktur pusat, direktur akademik, dan pemimpin lainnya dari English 1 di seluruh Indonesia yang berkumpul menjadi satu dengan semangat yang sama, untuk memperkuat customer experience, service journey, dan service leadership dengan mengikuti sesi pembelajaran komprehensif.
Customer experience (CX), sebagaimana yang diungkapkan oleh Lismaryanti, M.M., merupakan hal yang mendasari mengapa layanan pelanggan bisa menjadi pembeda yang unik, karena kualitas layanan pelanggan yang baik, bisa meninggalkan perasaan dan kesan tersendiri di hati pelanggan dan tidak mudah terlupakan.
Dengan meningkatkan kualitas layanannya, brand terbukti dapat mendorong pertumbuhan bisnis. Sebagaimana riset dari Harvard Business Review yang menunjukkan bahwa kualitas layanan berbanding lurus dengan pertumbuhan bisnis. Riset ini mengungkap bahwa perusahaan dengan skor CX tinggi terbukti mampu mencatat pendapatan 140% lebih besar karena pelanggan yang merasa dihargai cenderung lebih loyal sehingga bisnis bisa lebih efisien dalam biaya operasional.
Tim English 1 juga belajar untuk mengenali dan mengoptimalkan potensi diri dengan pendekatan LIFO® Method agar mereka dapat menghadirkan pelayanan yang relevan sesuai dengan karakter dan pola perilaku dari tiap-tiap individu. Melalui pemahaman yang kuat terhadap pendekatan ini, Tim English 1 akan mampu mengoptimalkan kekuatan potensi diri dan juga strategi untuk menyesuaikan gaya interaksi yang efektif dalam membangun kepercayaan dan loyalitas jangka panjang.
Testimoni yang peserta sampaikan kepada The Bridge Academy terkait bagaimana mereka ingin memimpin dengan tulus dan lebih memahami perilaku tiap individu serta bagaimana mereka ingin menciptakan CX yang lebih bermakna bagi siswa dan orang tua menunjukkan bahwa kolaborasi ini terbukti memiliki dampak yang efektif dalam perjalanan transformasi layanan dan pertumbuhan Tim English 1.ACN/RED