Sunday, March 8, 2026

BGN Fokus pada Keamanan Pangan dan Kualitas SDM di Bekasi

Actualnews.id BEKASI Upaya memperkuat sistem keamanan pangan dan meningkatkan kualitas pelayanan pemenuhan gizi masyarakat terus dilakukan oleh pemerintah melalui berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satunya melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang digelar oleh Badan Gizi Nasional pada Sabtu, 7 Maret 2026, bertempat di Hotel Horison Ultima Bekasi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pengolahan makanan pada program pemenuhan gizi masyarakat. Pemerintah menilai bahwa keberhasilan program gizi nasional tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan pangan yang bergizi, tetapi juga oleh sistem pengolahan makanan yang memenuhi standar keamanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Bimtek tersebut dirancang sebagai forum peningkatan kapasitas bagi para pengelola dapur, penjamah makanan, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta berbagai pihak yang terlibat langsung dalam sistem penyediaan dan pengolahan makanan bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu memahami serta menerapkan standar higiene dan sanitasi secara konsisten dalam setiap tahapan proses pengolahan makanan.

Seperti disampaikan oleh Deputi Penyediaan dan penyaluran BGN Brigjen (Purn) Suardi Samiran dalam sambutannya “Pelaksanaan program makan bergizi gratis tidak dapat berjalan baik tanpa adanya kerjasama dan koordinasi yang kuat antara berbagai pihak, oleh karena itu kegiatan Bimbingan teknis seperti ini menjadi sangat penting sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta memperkuat Sinergi diantara pihak yang terlinat “.

Brigjen (Purn) Suardi Samiran sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran pada Badan Gizi Nasional. Dalam posisi tersebut, ia memiliki tanggung jawab strategis dalam memastikan sistem penyediaan dan distribusi pangan dalam program pemenuhan gizi nasional berjalan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Dalam berbagai forum, Brigjen (Purn) Suardi Samiran menegaskan bahwa keberhasilan program pemenuhan gizi nasional tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan pangan, tetapi juga oleh kualitas sistem pengelolaan dapur serta kedisiplinan sumber daya manusia yang terlibat dalam proses pengolahan makanan.Menurutnya, sistem pengolahan makanan yang baik harus didukung oleh penerapan standar higiene dan sanitasi yang ketat, pengawasan yang berkelanjutan, serta komitmen seluruh pihak yang terlibat dalam sistem pelayanan gizi.

Dalam kegiatan Bimtek ini, peserta mendapatkan pembekalan komprehensif mengenai berbagai prinsip dasar keamanan pangan yang menjadi standar dalam pengelolaan makanan. Materi pelatihan mencakup pengelolaan bahan baku pangan yang aman, teknik pengolahan makanan yang sesuai standar kesehatan, hingga sistem penyimpanan dan distribusi makanan yang dapat menjaga kualitas serta nilai gizi pangan.

Selain itu, para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai potensi risiko kontaminasi pangan yang dapat terjadi selama proses pengolahan makanan. Kontaminasi tersebut dapat berasal dari berbagai faktor, seperti bahan baku yang tidak memenuhi standar kesehatan, peralatan dapur yang tidak higienis, hingga lingkungan pengolahan makanan yang tidak terjaga kebersihannya.

Selain aspek kebersihan personal, kegiatan Bimtek ini juga membahas secara rinci mengenai sistem sanitasi dapur yang sesuai dengan standar kesehatan. Hal ini mencakup pengaturan alur kerja dapur, pemisahan antara bahan mentah dan bahan siap konsumsi, pengendalian suhu penyimpanan bahan pangan, serta penggunaan peralatan dapur yang memenuhi standar kebersihan.

Pelaksanaan Bimtek ini juga menjadi bagian dari upaya percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi fasilitas dapur atau tempat pengolahan makanan yang terlibat dalam program pelayanan gizi. Sertifikat tersebut merupakan bentuk pengakuan resmi bahwa suatu fasilitas pengolahan makanan telah memenuhi standar kebersihan, sanitasi, serta keamanan pangan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan.

Dalam kegiatan ini, sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang keahlian hadir untuk memberikan materi serta berbagi pengalaman terkait penerapan sistem keamanan pangan dalam pengelolaan dapur pelayanan gizi.
Badan Gizi Nasional berharap para peserta dapat meningkatkan kompetensi serta profesionalisme dalam mengelola dapur pelayanan gizi. Dengan peningkatan kapasitas tersebut, kualitas pengolahan makanan yang disajikan kepada masyarakat diharapkan dapat terus meningkat, serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta pengelola dapur pelayanan gizi dalam mendukung keberhasilan program peningkatan gizi masyarakat.ACN/ Edo Lembang/RED

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles