ACTUALNEWS.ID Kamis, 5 February 2026, sejumlah Aliansi Pemuda dan Mahasiswa yang Tergabung Dalam Koalisi BPJS ( Barisan Pejuang Jaminan Sosial) melakukan unjuk Rasa Di kantor Bupati Jeneponto.
Dalam Aksinya mereka memperjuangkan Masyarakat Miskin yang di non aktifkan Kisnya serta mempertanyakan Kepada pemerintah daerah tentang perubahan Desil dan pembayaran iuran BPJS.
Dalam aksi tersebut sempat Ricuh karena peserta aksi menerobos Masuk secara paksa kedalam kantor bupati Jeneponto.
Suharmin qilank sempat melerai dengan mencegah peserta Aksi tersebut Namun mereka semakin brutal dan membuat beberapa orang menjadi terpropokasi dan melakukan perlawanan sampai Pihak keamanan bisa melerai kekacauan tersebut.
Beberapa media malah menuding Suharmin qilank sebagai preman dan pasang badan melakukan perlawanan, padahal jelas di video peserta aksi yang menerobos masuk dan melakukan aksi brutal.
” saya menolak keras di katakan preman atau pasang Badan melawan aksi , saya berniat melarang teman teman aksi untuk tidak melakukan aksi brutal. Malah saya mau di keroyok” ujar qilank.
Seperti yang lain kami juga terprovokasi dan sempat emosi sampai beberapa Satpol PP melerai dan membawa saya kebelakang. Lanjut Suharmin qilank
Saya selaku pribadi dan selaku ketua karang Taruna tidak pernah melarang teman melakukan aksi yang penting betul2 mewakili masyarakat miskin.
Munculnya pamflet penolakan Aksi kemarin karena kami tidak sepakat kalau ada player yang beredar Bahwa pemerintah tidak peduli atau tidak adil dengan masyakat miskin.
Nyatanya setelah bapak Bupati dan beberapa perangkat daerah yang punya kaitan dengan BPJS memberikan solusi yang jelas terbukti bahwa pemerintah tidak tinggal diam dalam membantu masyarakat miskin terkhusus untuk pelayanan jaminan Kesehatan (Kis dan BPJS) ujar suharmin kilang.
Segenap pengurus Karang Taruna Jeneponto berharap kepada seluruh media yang memuat pemberitaan tersebut agar lebih objektif merilis berita dan tidak sepihak atau menyudutkan pribadi seseorang.
Ini sudah menyangkut urusan kelembagaan karena seorang ketua Karang Taruna sebagai simbol lembaga di tuding sebagai Seorang preman dan Bodyguard yang menghalangi aksi unjuk Rasa.
Hendra Widjaja selaku Wakil Ketua karang Taruna Kabupaten Jeneponto mempertanyakan kredibilitas seorang insan pers yang tidak akurat dan berimbang serta tidak objektif dalam merilis berita.
Ketua KT biasanya membantu kepengurusan bpjs hampir tiap hari, cuman tidak pernah dipublikasikan dan terkait adanya pamplet beredar itu, Karena kami nilai aksi yang mau dilakukan itu tidak beritika, harusnya melakukan dulu silaturahmi pada instansi terkait atau sekalian meminta petunjuk,sama beliau bapak bupati, ujar wakil ketua Karang taruna Jeneponto, saat wawancara kerja di lokasi.
Terakhir kami berharap sesama masyarakat jeneponto saling menjaga stabilitas serta keamanan daerah dan bersama sama mengawal apa yang di programkan pemerintah Kab. Jeneponto terkhusus pelayanan Jaminan kesehatan untuk Masyarakat miskin.
# Jeneponto bahagia (Asriel).
